TOUR'S & TRAVELUMROH

Menapak Tilas Tanah Suci Bersama Mega Wisata Tour

MyMegaWisata.com – Di Indonesia ada banyak sekali Biro Perjalanan Wisata (BPW) yang mengkhususkan diri menjual paket-paket wisata religi, seperti umroh dan berkunjung ke negara-negara timur tengah lainnya. Untuk memilih yang terbaik, tentu dibutuhkan referensi, kepercayaan dan dan legalitas yang benar dari BPW tersebut.

Mega Wisata — satu di antara travel umroh yang berkualitas, di bawah payung PT Sriwijaya Mega Wisata, sudah memberangkatkan ratusan jamaah ke tanah suci sejak 2016. Juga ke negara Islam lainnya, seperti Turkey.

Di bulan Oktober saja ada dua rombongan jamaah, yakni tanggal 12 dan 19 Oktober 2023. Untuk jamaah di tanggal 19 Oktober, total 26 jamaah, yang dipimpin oleh umi Salwaty dan buya Hendri Rivai selaku tour leader. Jamaahnya terdiri dari beragam profesi, tetapi semuanya bisa menyatu dalam keakraban layaknya sebuah keluarga besar. Ada jamaah terdiri dari suami istri, besan, mertua, dan anak-anak. Mungkin karena perjalanan umroh ini memiliki kesamaan suku dan bahasa, jadi semuanya menyenangkan dan tanpa terasa waktu Sembilan hari sangatlah cepat. Tahu-tahu kami sudah harus berpisah dengan Ustadz Muhammad Farid, yang juga wong Pelembang di Mekkah.

Terbang langsung dari Jakarta menuju Jeddah dengan Garuda Indonesia ditempuh lebih kurang 10 jam. Tetapi hebatnya pergi umroh bersama Mega Wisata, travel ini melakukan block seat untuk jamaahnya, jadi kami tidak bercampur dengan jamaah lain sehingga bisa instens beriteraksi sesama jamaah dan diisi dengan banyak candaan ala Pelembang.

Tiba di Jeddah perjalanan kembali dilanjutkan dengan bus VIP selama enam jam menuju hotel Frontel yang jaraknya sangat dekat dengan Mesjid Nabawi. Sambutan dari team handling Mega Wisata di Jeddah pun sungguh luarbiasa, menuju imigrasi saat keluar bandara semua dilakukan teratur dan tidak ada desak-desakan.

Meski tubuh masih terasa lelah, menginap di hotel bintang lima dengan pelayanan maksimal dari team Mega Wisata mampu memupus rasa lelah tersebut. Ustadz dan para pembimbing yang humble, sarapan pagi yang menyenangkan serta kekompakan dengan sesama jamaah membuat kami meras

a seperti di negeri sendiri. Kegiatan pagi Jumat 20 Oktober 2023 pun dimulai, setelah menyegarkan tubuh sejenak, pukul 03.00 local time kami sudah berkumpul di lobby hotel untuk pergi ke Nabawi melakukan sholat subuh berjamaah dilanjutkan ke Raudhah untuk para ibu. Masya Allah melihat dari dekat indahnya masjid Nabawi membuat airmata para jamaah tanpa terasa menetes, betapa agungnya ciptaan Allah, betapa kami terharu karena menjadi umat yang segera bertemu dengan mimbar Nabi.

Suasana antrean untuk masuk Raudhah sangat ramai. Ratusan bahkan mungkin ribuan manusia berdesakan dalam antrean, terdiri dari berbagai bangsa di dunia dengan satu tujuan yakni memanjatkan doa dan mengadukan segala keluh kesah di dunia. Berharap mendapat safaat dan pertolongan Allah.

Di sini kami mengenal ibu Ririen, seorang tour guide asal Jawa Timur dan mendampingi kami ke Raudhah, beliau sudah 30 tahun tinggal di kota Madinah bersama suami dan anak-anaknya. Selain sebagai ibu rumah tangga, beliau juga selalu mendampingi para jamaah Indonesia yang butuh bantuan tenaganya. Ia tidak sendiri, ada beberapa tour guide Indonesia lainnya yang melakukan pekerjaan sama seperti bu Ririen.

Pengalaman beliau selama membawa jamaah pun patut diacungi jempol karena hampir semua laskar wanita atau penjaga di Nabawi mengenal ibu satu ini. Kami pun semua dibimbing menuju Raudhah, dan alhamdulilah bisa berada di deretan paling depan di antara mimbar Nabi dan rumah Siti Fatimah. Segala doa dan airmata tumpah disini.

Satu hal yang perlu diingat, pesan bu Ririen bahwa Raudhah adalah tempat berdoa. Jadi tidak perlu menangis meraung-raung sembari memegang kain tirai penutupnya. Cukup dengan sholat dan doa yang dipanjatkan.  Karena Nabi bersabda, antara rumahku dan mimbarku adalah salah satu taman surga, dan Raudhah adalah pintu dari surga. Utamanya sholat disini adalah pahala seribu kali lipat. Masya Allah.

Siangnya jamaah pria pun melakukan sholat Jumat berjamaah di Mesjid Nabawi. Setiap sholat fardhu di sini selalu diikuti sholat jenazah setelahnya, kami jamaah baik laki dan perempuan pun ikut serta menyolatkan jenazah. Maka beruntunglah mereka yang wafat disini, karena disholatkan oleh ratusan ribu manusia yang ada di Nabawi.

Esoknya Sabtu 21 Oktober 2023 kami bersiap pergi menuju masjid Quba–Quba adalah desa kecil berjarak 5 km sebelah barat daya kota Madinah. Jadi sebetulnya sangat dekat dengan Mesjid Nabawi. Mesjid Quba menjadi rangkaian tour setiap jamaah karena inilah masjid pertama yang dibangun oleh Nabi Muhammad SAW di tahun 622 Masehi. Nabi sempat tinggal dan singgah selama lima hari saat hijrah menuju Madinah.

Baca Juga  Mendekati Tahun Baru, PT Sriwijaya Mega Wisata Berangkatkan 75 Jemaah Umrah

Mesjid Quba dibangun di atas tanah milik keluarga Kalsum bin Hadam  dari Kabillah Amir bin Auf yang diwakafkan kepada Nabi. Keterangan tentang masjid Quba terdapat dalam Al quran surat At Taubah ayat 108. Yang disebut dengan nama masjid takwa. Mesjid Quba memiliki 19 pintu dan tiga di antaranya adalah pintu berdaun besar. Seiring berkembangnya zaman, Quba pun mengalami perubahan dari yang semula luas 1.200 m2 kini menjadi 135.000 m2 dengan ruang sholat utama seluas 5.035 M2

Di Quba alhamdulilah Allah memberikan kami jamaah Mega Wisata dengan banyak kemudahan, bisa sholat, duduk dan berdiam lama di dalam masjid, melantunkan doa-doa indah. Keluar dari masjid Quba, di antara teriknya matahari kota Madinah, kami melanjutkan perjalanan ke kebun kurma, tour wajib bagi setiap jamaah yang datang ke sini karena hanya 10 menit perjalanan dari Quba.

Tanaman kurma membentang di kawasan Bir Usman ini. Begitu masuk, pengunjung disambut ramah penjual yang menawarkan aneka olahan kurma, cokelat dan kacang Arab. Jangan khawatir untuk icip-icip, semuanya halal dan bisa berbayar dengan rupiah juga. Lega bisa menikmati semua rasa kurma dari tanah Arab.

Ber-umrah bersama Mega Wisata selain menawarkan kenyamanan dan rasa kekeluargaan, kami juga dibekali manasik umroh sebanyak dua kali. Pertama di tanah air dan yang kedua di pelataran masjid Nabawi di Madinah. Kami tiba di kota Mekkah Minggu 22 Oktober 2022 dan langsung menunaikan ibadah umroh, Miqot atau niat berumroh sudah kami lakukan saat perjalanan dengan kereta cepat Madinah – Mekkah yang ditempuh dalam waktu 2,5 jam.

Rangkaian ibadah umroh pun kami lakukan dengan khusyuk. Tidak terbayangkan bisa kembali ke tanah suci, melihat kabah dan sholat di masjidil harom. Hanya Allah yang tahu, hanya Allah yang memiliki kuasa memanggil umatnya untuk datang ke sini. Kaya miskin, pejabat atau rakyat biasa, semua sama di mata Allah, memakai kain ihram dan melakukan tawaf bersama dengan ribuan jamaah lain sedunia.

Di kota Mekkah pun kami masih dimanjakan dengan fasilitas hotel bintang lima, yang satu lantai bersama halaman Masjidil harrom. Luarbiasa. Sarapan pagi bergaya internasional di Bakka restoran, juga menyambut kami para jamaah Mega Wisata.

Alhamdulilah dengan seluruh rangkaian ibadah dan kenikmatan yang diberikan Allah kepada jamaah, semua berjalan dengan baik. Tanpa terasa air mata menetes deras saat segala doa terpanjat, saat kami merasa kecil di mata Allah, saat kami semua menjadi manusia yang penuh dosa. Bersimpuh dihadapan Allah dan bermohon agar dipanggil kembali ke tanah suci.

Tour Thaif Bersama Mega Wisata

Di kota Mekkah rasanya tidak sabar ingin berkunjung ke kota Thaif, kota pegunungan nan sejuk dengan suhu antara 14 hingga 25 derajat. Sama seperti saat kita berada di puncak, Bogor. Bedanya jika di Bogor banyak pepohonan rindang yang menaungi gunung, Thaif berada di ketinggian 1700 m di lereng pegunungan Sarawat. Sejauh yang terlihat hanya gunung batu cadas besar dan kecil.

Dari Mekkah sekitar 75 mil berkendara dengan bus. Kota yang banyak dihuni suku Tsaqif ini menyimpan jejak sejarah perjuangan Rasullulah. Disini Rasul dihina dan dilempar batu hingga berdarah-darah, kami juga melihat dengan jelas batu-batu besar di sepanjang sisi jalan yang dilewati bus.

Selain sebagai sentra perkebunan, karena hampir semua buah dari Thaif dikirim ke seluruh jazirah Arab, termasuk kota Mekkah dan Madinah. Di tengah kota terdapat ikon buah delima merah, dan dimana-mana dijual sirup delima yang segar serta buah delima. Thaif juga terkenal dengan bunga mawar aromatiknya, terbentang lebih dari 700 kebun mawar yang dibuka untuk umum. Setiap musim semi penduduk thaif memanen dan menyuling sekitar 300 juta bunga mawar. Hasilnya dijadikan sebagai minyak wangi dan komponen lain untuk kosmetik dan kuliner. Kami pun berkesempatan mengunjungi dioframa penyulingan mawar.

Baca Juga  Umroh Bersama Mega Wisata, Seperti Bepergiaan Dengan Keluarga

Thaif juga dipenuhi dengan monumen bersejarah yang menjadi saksi keIslaman perjuangan nabi. Wisata keagamaan disini adalah wajib singgah ke masjid Abdullah bin Abbas yang merupakan masjid terbesar yang dibangun tahuun 592 hijriah. Tempat ini menjadi titik akhir perjalanan rasulullah dan 12 sahabat gugur sebagai sayhid.

Sekitar 50 km dari kota Thaif terdapat perkampungan yang dihuni Halimah, perempuan yang menyusui nabi. Di sinilah Halimah melihat keajaiban pembelahan dada nabi oleh dua malaikat.

Pengalaman ke thaif sungguh menyisakan pengalaman suka dan duka. Sukanya, ketika berada di sana, kami jamaah yang rindu makanan tanah air bisa menemukan pisang goreng, bakwan, tahu isi hingga bakso. Aneka buah segar pun dengan mudah didapat disini. Dukanya adalah ketika mencoba naik gondola, yang melintasi pegunungan di thaif. Waktu 45 menit di atas ketinggian terasa sangat lama dan hanya Allah yang tahu isi hati kami semua.

Buya Hendri dan umi Salwaty

Jamaah adalah Keluarga

Tidak disangka-sangka, kami jamaah 19 Oktober 2023 ini akan dibimbing langsung oleh umi Salwaty dan Buya Hendri Rivai, yang mendampingi jamaah sejak manasik umroh di Palembang hingga bertolak ke Jeddah.

Perjalanan umroh terasa ringan, karena keduannya memiliki pengalaman cukup lama sebagai tour leader maupun pimpinan dari travel umroh yang dipublikasikan sejak 2016. Paling tidak, semua hal yang berkaitan dengan ibadah bisa ditanyakan langsung. Maklum tidak semua jamaah umroh sudah pernah kesana, ada yang baru pertamakalinya. Tetapi buya dan umi selalu menjawab dengan baik setiap pertanyaan yang dilontarkan jamaah.

Keduanya tidak saja menjadi pembimbing, meski masih berusia muda dan juga pergi membawa tiga putrinya Balqis, Aisyah dan Khodijah menjadikan keluarga ini tauladan bagi yang lain. Di antara rombongan ada juga satu keluarga dengan tiga putri, mertua dan besan. Juga ada pasangan suami istri Tiara dan Ricko, Mila dan Eman. Tetapi semuanya bisa menyatu dalam keakraban dan kekompakan sesama wong pelembang.

Umi Salwaty adalah sosok pekerja keras yang tak pernah mengenal lelah, sebelum tiba pada titik bisa memberangkatkan jamaah, banyak pula cobaan yang harus dilewati, tetapi keduanya terus tekun dan berusaha keras untuk maju dan membawa nama Mega Wisata berkibar di Sumsel bahkan di level nasional.

Hampir di setiap acara keagamaan atau pameran yang berkaitan dengan travel, Mega Wisata ikut serta sebagai peserta. Maksudnya ‘tak kenal maka tak sayang’ itulah prinsip umi Waty. Semakin banyak orang tahu bagaimana umroh bersama Mega Wisata maka semakin banyak pula orang tertarik untuk berangkat.

‘Kami menjadikan mereka satu keluarga besar, dan hubungan kita terus berlanjut untuk bersilaturahmi meski sesudah umroh,” ucap umi Waty, saat di tanah suci. Menurutnya, yang perlu dikedepankan adalah sunah dalam menjalankan umroh. Karena itu yang menjadi pembeda adalah manasik umroh pun dilakukan dua kali, pertama saat masih berada di tanah air dan yang kedua akan dibimbing langsung oleh ustadz yang menjadi muassasah Mega Wisata di tanah suci.

Mega wisata melayani seluruh Indonesia, khususnya umroh regular, dan setiap bulan selalu ada pemberangkatan. Saking seperti pada sebuah keluarga, umi Waty selaku Direktur Mega Wisata juga tidak mematok harga mati untuk jamaahnya, semua bisa disesuaikan dengan budget jamaah.

Sebagai contoh ia menyebut, beberapa paket umroh dimulai dari harga 26 juta yang disebut ‘Umat’ atau umroh hemat. Lalu ada yang di angka 29 juta hingga 43 juta. Tergantung jamaah ingin yang mana, kalaupun ada permintaan khusus juga bisa diakomodir oleh Mega Wisata. Durasi umroh rata-rata 9 hari, dan lebih lama jika ikut pula tour ke turkey.

Hingga kini di tengah persaingan travel umroh yang begitu banyak, keduanya tidak khawatir, karena selain percaya rezeki di atur Allah, keduanya juga amanah menjalankan sunah-sunah umroh, sesuai ajaran nabi Muhammad SAW. “Kami jadikan mereka masuk dalam keluarga besar Mega Wisata,” tukas Waty, jadi kapanpun mereka ingin bertandang, silaturahmi dan diskusi tentang apapun, tangan terbuka lebar. Itulah indahnya kebersamaan berumroh dengan Mega Wisata, Aman, Nyaman dan Berkesan. Kami semua sebagai jamaah merasakan sentuhan kebaikan kedua insan ini.

Penulis : Pelita Nur Aminy

Editor: Bangun Lubis 

 

 

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button