Jamaah Mega Wisata Tiba di Palembang, Disambut Hangat oleh Direktur Utama PT Sriwijaya Mega Wisata

Palembang, 22 Agustus 2025 — Suasana haru dan bahagia menyelimuti Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Jumat sore, ketika rombongan jamaah PT Sriwijaya Mega Wisata yang berangkat pada 14 Agustus 2025 akhirnya tiba kembali di tanah air.

Dengan wajah berseri, langkah ringan, dan ucapan Alhamdulillah yang tak henti-hentinya terucap, para jamaah keluar dari pintu kedatangan internasional. Mereka baru saja menuntaskan perjalanan spiritual umrah selama sembilan hari di Tanah Suci, perjalanan penuh doa, harap, dan rasa syukur.
Yang istimewa, kepulangan mereka langsung disambut oleh Direktur Utama PT Sriwijaya Mega Wisata, Ibu Salwaty, yang dengan penuh hangat menyalami dan memeluk beberapa jamaah satu per satu. Kehadiran beliau seakan menjadi simbol perhatian penuh Mega Wisata terhadap kenyamanan dan kebahagiaan para jamaahnya.

“Alhamdulillah, semua jamaah pulang dengan selamat dan sehat. Kami dari Mega Wisata sangat bersyukur dan berkomitmen selalu mendampingi jamaah sejak berangkat hingga kembali ke rumah masing-masing. Semoga perjalanan ini membawa keberkahan dan menjadi umrah yang mabrur,” ujar Ibu Salwaty dengan mata berkaca-kaca.
Haru dan Sukacita Jamaah
Tangis haru pun pecah ketika para keluarga yang sudah lama menanti akhirnya bisa memeluk kembali orang-orang tercinta. Bandara terasa berubah menjadi ruang penuh kehangatan, di mana doa-doa terucap lirih dan senyum bahagia mewarnai setiap wajah.

“Rasanya seperti mimpi bisa beribadah langsung di depan Ka’bah, melaksanakan tawaf, sa’i, dan bermunajat di Multazam. Semoga Allah menerima ibadah kami,” ungkap Bunda Mariska , jamaah asal Palembang, sambil memeluk erat keluarganya.
Hal senada disampaikan oleh Bunda Dian, yang masih terbawa suasana haru saat mengenang momen di Raudhah. “Tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, berada begitu dekat dengan makam Rasulullah SAW. Doa yang keluar dari hati rasanya berbeda sekali. Saya ingin sekali kembali lagi ke sana bersama keluarga,” tuturnya.
Ibadah umrah yang dijalani jamaah Mega Wisata bukan sekadar ritual, melainkan juga perjalanan hati yang mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dalam firman-Nya:

“(Ingatlah) ketika Kami jadikan rumah (Ka’bah) itu tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah Maqam Ibrahim itu tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i’tikaf, yang rukuk dan yang sujud.”* (QS. Al-Baqarah: 125)
Para ulama menegaskan, setiap perjalanan ibadah seperti umrah menjadi ladang penyucian hati dan sarana memperkuat keimanan. Menurut Imam Nawawi, “Umrah adalah penghapus dosa-dosa kecil, sebagaimana disebutkan Rasulullah SAW bahwa umrah ke umrah berikutnya adalah penghapus dosa di antara keduanya.”

Komitmen Mega Wisata
PT Sriwijaya Mega Wisata terus membuktikan diri sebagai penyelenggara perjalanan umrah yang amanah dan profesional. Kehadiran langsung Ibu Salwaty di bandara menjadi bukti komitmen bahwa perusahaan ini tidak hanya melayani secara administratif, tetapi juga hadir secara emosional, menyertai jamaah dalam suka dan duka.
“Kami ingin setiap jamaah merasakan bukan sekadar berangkat beribadah, tapi juga perjalanan yang membawa ketenangan, kebersamaan, dan kenangan indah. Karena itu, Mega Wisata akan terus meningkatkan layanan, dari keberangkatan, akomodasi, ibadah di Tanah Suci, hingga kepulangan kembali ke tanah air,” tambah Ibu Salwaty.
Doa dan Harapan
Kebahagiaan di Bandara SMB II sore itu ditutup dengan doa bersama. Para jamaah memohon agar Allah menerima ibadah mereka, melipatgandakan pahala, serta memberi kesempatan kembali untuk menunaikan haji.

Rasulullah SAW bersabda: *“Umrah ke umrah berikutnya adalah penghapus dosa di antara keduanya, dan haji mabrur tidak ada balasan kecuali surga.”* (HR. Bukhari dan Muslim)
Dengan hati yang lapang, para jamaah kemudian pulang ke rumah masing-masing, membawa oleh-oleh yang paling berharga: ketenangan jiwa, kebersihan hati, dan semangat baru dalam menjalani hidup di jalan Allah.
Editor: Bangun Lubis




