UMROHUTAMA

Jamaah Umrah Mega Wisata Pulang Ke Palembang, dengan Hati Bersyukur dan Harapan Haji Mabrur

Oleh : Bangun Lubis

MyMegawisata.com – Sembilan hari yang penuh doa, ibadah, dan air mata haru akhirnya usai.

Rombongan jamaah umrah *lMega Wisata grup 14 Agustus 2025 kini dijadwalkan kembali ke tanah air, Jumat (22/8) hari ini.

Wajah-wajah jamaah tampak bercahaya; ada yang tersenyum penuh kebahagiaan, ada yang meneteskan air mata enggan berpisah dengan tanah suci.

“Alhamdulillah, semua rangkaian umrah dapat terlaksana dengan baik. Semoga Allah menerima amal ibadah kami dan kelak kami diberi kesempatan menjadi tamu-Nya di musim haji,” ungkap Bunda Mariskan dan Bunda Dian, dua jamaah yang ikut dalam rombongan.

Madinah: Hari – Hari yang Menenangkan Jiwa

Tiga hari dihabiskan di Madinah al-Munawwarah. Kota damai yang Rasulullah ﷺ cintai ini menyambut jamaah dengan keteduhan yang sulit diungkapkan. Shalat berjamaah di Masjid Nabawi, doa di Raudhah — yang disebut sebagai salah satu taman surga — serta ziarah ke makam Rasulullah ﷺ membuat banyak jamaah menitikkan air mata.

“Begitu kaki menginjak Masjid Nabawi, ada perasaan damai yang luar biasa. Saya merasa sangat kecil di hadapan Allah, tapi sekaligus bahagia karena diberi kesempatan berada di sini,” tutur Pak Muhsinin, jamaah asal Palembang.

Firman Allah SWT mengingatkan:  “Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar takwa sejak hari pertama adalah lebih patut kamu shalat di dalamnya.”* (QS. At-Taubah: 108)

Ayat ini diyakini banyak jamaah sebagai gambaran keutamaan Masjid Nabawi yang sejak awal berdiri atas dasar takwa.

Menapak Jejak Sejarah dalam City Tour

Selain ibadah wajib, jamaah juga diajak menyusuri jejak sejarah Islam di Madinah. Dari Masjid Quba — masjid pertama yang dibangun Rasulullah ﷺ, Masjid Qiblatain — saksi perubahan kiblat dari Baitul Maqdis ke Ka’bah, hingga medan Uhud — tempat para syuhada gugur mempertahankan agama Allah.

Baca Juga  SO FAM Kembali Liburan Bersama Mega Wisata, 5D Sorak Seul

Bunda Dian jamaah dari SIT Al Furqon yang ikut Mega Wisata Travel Umroh, menuturkan, “Ketika melihat bukit Uhud, saya teringat perjuangan para sahabat. Bagaimana mereka rela mengorbankan nyawa demi Rasulullah ﷺ. Saya jadi malu, apa yang sudah saya korbankan untuk Islam?”

Makkah: Thawaf, Sa’i, dan Air Mata di Hadapan Ka’bah

Perjalanan dilanjutkan ke Makkah al-Mukarramah. Ka’bah berdiri megah, menjadi pusat thawaf jutaan Muslim dari seluruh dunia. Jamaah Mega Wisata pun melaksanakan thawaf, sa’i antara Shafa dan Marwah, lalu menutup dengan tahallul.

Suasana haru tak terelakkan. Banyak jamaah menangis ketika pertama kali melihat Ka’bah. Doa-doa mengalir deras, seakan semua isi hati tumpah ruah.

Rasulullah ﷺ bersabda:  “Satu umrah ke umrah berikutnya adalah penghapus dosa di antara keduanya, dan haji mabrur tidak ada balasan selain surga.”* (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menjadi penguat doa jamaah agar ibadah umrah mereka diterima Allah SWT, serta menjadi jalan menuju haji mabrur di kemudian hari.

 

Kurma dan Menu Sehat: Bekal Jamaah

Di sela ibadah, jamaah juga menikmati aneka buah kurma yang memang khas tanah suci. Rasulullah ﷺ bersabda:

*“Barangsiapa yang makan tujuh butir kurma Ajwah pada pagi hari, maka pada hari itu ia tidak akan terkena racun dan sihir.”* (HR. Bukhari dan Muslim)

Menurut ahli gizi,  Dr. Ekky M. Rahardja, Sp.GK, kurma mengandung gizi lengkap: serat, vitamin, mineral, dan antioksidan. Kandungan gulanya yang alami memberikan energi instan, sangat bermanfaat bagi jamaah yang beraktivitas padat di tanah suci.

Selain kurma, jamaah juga menjaga kesehatan dengan konsumsi buah, sayuran, serta air zam-zam. Hal ini sesuai firman Allah:

Baca Juga  Ustad Khalid Basalamah: Bertaubat Sebelum Terlambat, Jangan Sampai Ada Penyesalan

“Makanlah di antara rezeki yang baik yang telah Kami berikan kepadamu, dan janganlah melampaui batas padanya, yang menyebabkan kemurkaan-Ku menimpamu.”* (QS. Thaha: 81)

Umrah sebagai Perjalanan Hati

Menurut Imam al-Ghazali, ibadah haji dan umrah bukan sekadar ritual fisik, melainkan perjalanan hati menuju Allah. Dari ihram yang melambangkan kesederhanaan, thawaf yang menggambarkan keterpusatan hidup kepada Allah, hingga sa’i yang mengajarkan usaha tanpa henti seperti Siti Hajar — semua itu adalah simbol mendalam tentang hidup seorang Muslim.

Seorang ulama kontemporer menegaskan: “Umrah adalah latihan ruhani. Siapa yang bisa menjaga ruhani itu selepas pulang ke tanah air, dialah yang sejatinya berhasil dalam perjalanannya.”

Mega Wisata: Ibadah Nyaman, Berkesan, dan Bermakna

Direktur Mega Wisata menyampaikan terima kasih atas kepercayaan jamaah. “Kami berusaha bukan hanya memberi pelayanan terbaik, tapi juga mendampingi jamaah agar ibadah mereka sesuai tuntunan syariat. Semoga perjalanan ini menjadi bekal iman dan amal yang akan terus hidup dalam diri jamaah.”

Pulang dengan Doa dan Harapan

Kini, jamaah Mega Wisata kembali ke tanah air dengan hati yang penuh syukur. Mereka percaya, perjalanan ini bukan akhir, melainkan awal baru dalam kehidupan mereka. Pulang dengan iman yang lebih kuat, hati yang lebih tenang, dan doa agar Allah kembali memanggil mereka untuk menunaikan haji mabrur.

Allah SWT berfirman: “Dan barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah.”* (QS. An-Nisa: 100)

Editor: Bangun Lubis

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button