Mega Wisata Matangkan Konsolidasi Manajemen Jelang Keberangkatan Umrah Iktikaf 28 Februari 2026

Mega Wisata Matangkan Konsolidasi Manajemen Jelang Keberangkatan Umrah Iktikaf 28 Februari 2026

MyMegaWisata.com, Palembang – Menjelang keberangkatan program Umrah Iktikaf yang dijadwalkan pada 28 Februari 2026, manajemen Mega Wisata tengah melakukan konsolidasi intensif demi memastikan seluruh jamaah mendapatkan pelayanan terbaik sejak dari tanah air hingga tiba di Tanah Suci.
Program Umrah Iktikaf ini menjadi salah satu agenda istimewa Mega Wisata di penghujung Ramadan. Selain menjalankan ibadah umrah, para jamaah juga akan fokus memperbanyak ibadah di Masjidil Haram, memaksimalkan sepuluh malam terakhir dengan qiyamul lail, tilawah Al-Qur’an, dzikir, dan doa.

Direktur Utama PT Sriwijaya Mega Wisata, Ibu Salwaty, terlihat aktif memimpin langsung berbagai persiapan teknis dan manajerial. Ia mengoordinasikan para pembimbing ibadah serta pelaksana tugas manajemen yang akan mendampingi jamaah selama di Tanah Suci. Rapat-rapat internal digelar untuk mematangkan jadwal keberangkatan, kesiapan dokumen, akomodasi, konsumsi, hingga skema pendampingan ibadah.
“Kami ingin jamaah berangkat dengan tenang, fokus ibadah, tanpa dibebani persoalan teknis. Semua sudah kami siapkan secara detail,” ujar Ibu Salwaty di sela-sela kesibukannya.
Menurutnya, program iktikaf memiliki kekhususan tersendiri dibandingkan umrah reguler. Jamaah akan lebih banyak menghabiskan waktu di Masjidil Haram, terutama pada malam-malam ganjil yang diyakini sebagai waktu turunnya Lailatul Qadar. Karena itu, pembimbing ibadah juga dipersiapkan secara khusus agar dapat mengarahkan jamaah dalam memperbanyak amal sesuai tuntunan Rasulullah SAW.

Selain fokus pada aspek spiritual, Mega Wisata juga memastikan kesiapan teknis perjalanan. Koordinasi dengan maskapai, pengaturan koper dan perlengkapan, pembagian kamar hotel, hingga pengelompokan jamaah dalam rombongan kecil dilakukan secara sistematis. Tim manajemen yang berangkat lebih dahulu akan memastikan seluruh kebutuhan jamaah telah tersedia setibanya di Tanah Suci.
Ibu Salwaty menegaskan bahwa pendampingan bukan hanya sebatas teknis, tetapi juga emosional dan spiritual. “Banyak jamaah yang mungkin baru pertama kali berumrah, apalagi mengikuti program iktikaf. Kami ingin mereka merasa ditemani, dibimbing, dan dijaga,” katanya.
Semangat konsolidasi ini juga menjadi bentuk tanggung jawab moral Mega Wisata kepada para jamaah. Sebab ibadah umrah bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan perjalanan hati. Setiap langkah menuju Mekkah adalah panggilan iman, dan setiap sujud di depan Ka’bah adalah momen yang tidak semua orang dapatkan.

Tim pembimbing yang disiapkan akan memberikan manasik tambahan khusus terkait tata cara iktikaf, adab di masjid, serta amalan-amalan utama di sepuluh malam terakhir Ramadan. Dengan demikian, jamaah tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga memahami makna ibadah yang dijalani.
Di tengah kesibukan persiapan ini, suasana optimisme dan kekhusyukan terasa di lingkungan manajemen. Setiap detail dipastikan agar perjalanan berlangsung lancar, tertib, dan penuh keberkahan.
Keberangkatan 28 Februari 2026 ini diharapkan menjadi momentum spiritual yang mendalam bagi seluruh jamaah. Mega Wisata berkomitmen mengantarkan para tamu Allah dengan pelayanan profesional, pendampingan penuh tanggung jawab, serta semangat untuk meraih ridha-Nya.
Bagi manajemen Mega Wisata, keberhasilan bukan hanya diukur dari kelancaran perjalanan, tetapi dari senyum haru jamaah saat kembali ke tanah air dengan hati yang lebih bersih dan jiwa yang lebih tenang.
@bangbangunlubis



