UMROHUTAMA

Jamaah Umroh Mega Wisata Menyusuri Jejak Rasulullah ﷺ dalam City Tour Madinah

Jamaah Umroh Mega Wisata Menyusuri Jejak Rasulullah ﷺ 

MyMegawisata.com, Madinah, 20 Agustus 2025 — Kota Madinah al-Munawwarah kembali menyambut jamaah umroh Mega Wisata dengan suasana yang damai, teduh, dan menenangkan.

Di antara gemerlap dunia yang kian hiruk pikuk, Madinah tetap menjadi kota yang menyuguhkan ketentraman hati. Seperti doa Rasulullah ﷺ, “Ya Allah, berikanlah keberkahan kepada Madinah sebagaimana Engkau telah memberkahi Makkah, bahkan lebih dari itu.”

Pagi ini, jamaah umroh grup 14 Agustus 2025 mengikuti rangkaian city tour Madinah yang penuh makna. Tepat pukul 07.00 Waktu Madinah, rombongan telah berkumpul di lobby Hotel Al Andalus Darussalam dengan penuh semangat.

Dengan dipandu pembimbing Mega Wisata, Asep Suhendar dan Ibu Feronika, jamaah berangkat menuju sejumlah tempat bersejarah yang menyimpan nilai dakwah, perjuangan, dan cinta Rasulullah ﷺ.

1. Masjid Quba — Masjid Pertama dalam Sejarah Islam

Perhentian pertama adalah Masjid Quba, masjid yang dibangun Rasulullah ﷺ bersama para sahabat segera setelah hijrah dari Makkah ke Madinah. Masjid ini bukan sekadar bangunan, melainkan simbol awal peradaban Islam yang penuh persaudaraan.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barangsiapa berwudhu di rumahnya, kemudian mendatangi Masjid Quba, lalu shalat di dalamnya dua rakaat, maka baginya pahala seperti pahala umroh.” (HR. Ibnu Majah).

Jamaah Mega Wisata dengan penuh kekhusyukan melaksanakan shalat sunnah dua rakaat, meresapi suasana masjid yang sederhana namun penuh keberkahan.

2. Kebun Kurma — Keaslian Rasa dari Tanah Madinah

Perjalanan dilanjutkan ke Kebun Kurma, salah satu ikon khas Madinah. Udara segar menyelimuti kebun yang rindang dengan pepohonan kurma yang berbuah lebat. Jamaah berkesempatan melihat langsung pohon-pohon kurma yang sejak zaman Rasulullah ﷺ menjadi sumber pangan dan penguat tubuh kaum muslimin.

Baca Juga  Mengeluh Kepada Allah Saja, Kepada Manusia Akan Sia-Sia

Tidak hanya itu, jamaah juga bisa mencicipi aneka jenis kurma segar dan membeli untuk oleh-oleh. Kurma Madinah memang memiliki keistimewaan tersendiri, terutama kurma Ajwa yang disebut Rasulullah ﷺ sebagai kurma penuh keberkahan.

3. Jabal Uhud — Gunung Cinta dan Kesetiaan

Agenda berikutnya adalah Jabal Uhud, gunung bersejarah yang menjadi saksi Perang Uhud antara kaum muslimin dan kaum Quraisy. Di sinilah jasad para syuhada, termasuk Sayyidina Hamzah bin Abdul Muthalib — paman Rasulullah ﷺ, bersemayam.

Rasulullah ﷺ bersabda tentang Uhud:

“Uhud adalah gunung yang mencintai kita, dan kita pun mencintainya.” (HR. Bukhari-Muslim).

Dengan haru, jamaah Mega Wisata merenungkan perjuangan para syuhada yang mempertaruhkan nyawa demi tegaknya Islam. Mereka berdoa agar diberi kekuatan iman dan istiqamah di jalan Allah sebagaimana para pahlawan Islam di medan Uhud.

4. Masjid Khandaq (Sab’ah) — Jejak Perang Parit

Perjalanan berlanjut ke Masjid Khandaq, yang juga dikenal dengan sebutan Masjid Sab’ah. Masjid ini menjadi saksi strategi brilian Rasulullah ﷺ saat menghadapi pasukan Quraisy dan sekutunya dalam Perang Khandaq. Dengan menggali parit di sekitar kota, pasukan muslimin berhasil bertahan dari serangan yang jauh lebih besar.

Di tempat ini jamaah diajak untuk merenungi pentingnya ikhtiar, strategi, dan doa dalam menghadapi setiap tantangan hidup.

5. Masjid Qiblatain — Saksi Perubahan Arah Kiblat

Tujuan  city tour adalah Masjid Qiblatain. Masjid ini memiliki keistimewaan karena menjadi tempat turunnya perintah Allah untuk mengubah arah kiblat dari Baitul Maqdis di Palestina ke Ka’bah di Makkah.

Baca Juga  46 Jamaah Umrah Mega Wisata Terbang ke Tanah Suci

Perubahan arah kiblat ini melambangkan identitas umat Islam yang mandiri dan kokoh. Jamaah Mega Wisata merasakan keharuan mendalam saat berdoa di dalam masjid ini, menyadari bahwa setiap ibadah yang mereka lakukan kini menghadap langsung ke Ka’bah, rumah suci Allah.

Madinah, Kota Damai yang Menenteramkan

City tour ini bukan sekadar perjalanan wisata, tetapi perjalanan ruhani yang menumbuhkan cinta dan rindu kepada Rasulullah ﷺ. Setiap tempat yang dikunjungi menyimpan hikmah mendalam: tentang kesabaran, pengorbanan, persaudaraan, dan ketaatan kepada Allah Ta’ala.

Madinah tetaplah kota yang damai dan tenang. Jalan-jalan yang bersih, udara sejuk di pagi hari, serta masyarakat yang ramah menjadikan jamaah merasa bagaikan berada di rumah spiritual mereka. Di sinilah hati menemukan ketenangan, sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ:

Sesungguhnya iman akan kembali ke Madinah sebagaimana ular kembali ke lubangnya.” (HR. Bukhari-Muslim).

Pihak Mega Wisata mengingatkan jamaah agar selalu disiplin waktu, membawa tanda pengenal, menjaga wudhu, dan menjaga kebersamaan. “City tour di Madinah adalah kesempatan emas untuk menelusuri jejak perjuangan Rasulullah ﷺ.

Semoga setiap langkah jamaah menjadi amal shaleh yang menambah keberkahan umroh mereka,” ujar salah satu pembimbing ibadah.

Dengan penuh syukur, jamaah Mega Wisata menutup perjalanan city tour hari ini dengan doa, semoga Allah menerima setiap ibadah, melimpahkan kesehatan, dan mengembalikan mereka ke tanah air dalam keadaan selamat dengan hati yang semakin cinta kepada Allah dan Rasul-Nya.  Barakallahu fiikum.

Editor: Bangun Lubis

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button