Lonjakan Visa Umrah Capai Jutaan Jamaah, Indonesia Masuk Lima Besar Dunia

MyMegawisata.com, Riyadh, 26 Oktober 2025 — Arab Saudi mencatat lonjakan luar biasa dalam penerbitan visa umrah sejak dimulainya musim baru pada awal Juni 2025. Dalam lima bulan terakhir, jutaan visa telah diterbitkan bagi jamaah dari berbagai negara, menandai antusiasme tinggi umat Islam untuk beribadah ke Tanah Suci setelah pelaksanaan haji tahun ini.
Data terbaru yang dikutip dari Al Arabiya, Jumat (24/10), menunjukkan bahwa Pakistan menempati posisi teratas dalam jumlah jamaah umrah terbanyak, disusul oleh Indonesia di peringkat kedua, kemudian India, Irak, dan Mesir. Peningkatan ini menegaskan kembali semangat umat Islam dunia untuk menunaikan ibadah umrah di tengah berbagai kemudahan digital yang kini disiapkan oleh Kerajaan Saudi.

Menurut Kementerian Haji dan Umrah, lonjakan ini merupakan hasil dari penerapan sistem digital terpadu “Nusuk”, platform resmi yang memfasilitasi seluruh proses ibadah umrah. Melalui Nusuk, jamaah dapat mengajukan izin umrah, memesan hotel resmi, memilih layanan transportasi, hingga menyusun paket perjalanan mereka secara mandiri tanpa melalui proses birokrasi yang panjang.
“Dengan Nusuk, jamaah dapat mengeluarkan izin umrah dengan mudah dan cepat, serta menikmati berbagai layanan digital yang meningkatkan kenyamanan mereka selama beribadah,” tulis laporan resmi Kementerian Haji dan Umrah yang dikutip Al Arabiya.
Sejalan dengan transformasi digital ini, pemerintah Saudi juga memperketat syarat teknis bagi pemohon visa. Mulai pertengahan 2025, jamaah yang mengajukan visa umrah dari luar negeri diwajibkan menunjukkan bukti pemesanan hotel yang telah terverifikasi melalui sistem Nusuk Masar. Kebijakan ini diterapkan untuk memastikan keamanan, kenyamanan, dan manajemen jamaah selama berada di Mekkah dan Madinah.

Dalam laporan Times of India, disebutkan bahwa sejak musim umrah dibuka kembali pada 10 Juni 2025, lebih dari 1,2 juta jamaah dari 109 negara telah tiba di Arab Saudi hanya dalam dua bulan pertama. Angka itu terus meningkat hingga Oktober, seiring dengan pelonggaran syarat visa dan kemudahan layanan daring.
Pemerintah Arab Saudi juga menegaskan bahwa seluruh persiapan teknis dan operasional musim umrah kali ini dilakukan lebih awal, melibatkan berbagai instansi pemerintah dan lembaga keamanan. Langkah ini bertujuan untuk menjamin kelancaran ibadah dan menjaga kualitas pelayanan bagi para tamu Allah.
Transformasi digital dalam penyelenggaraan umrah ini merupakan bagian dari visi besar Saudi Vision 2030, yang menempatkan sektor haji dan umrah sebagai salah satu pilar utama pembangunan ekonomi nonmigas kerajaan. Melalui modernisasi sistem dan perluasan layanan digital, Arab Saudi berupaya memberikan pengalaman spiritual yang lebih aman, tertib, dan bermakna bagi jamaah dari seluruh dunia.

Bagi Indonesia, kebijakan baru ini membawa dampak positif yang signifikan. Biro perjalanan umrah melaporkan peningkatan minat jamaah sejak pertengahan tahun. Banyak calon jamaah merasa lebih mudah dan cepat mengurus visa serta memilih layanan melalui sistem Nusuk yang terintegrasi.
Dengan kemudahan akses dan peningkatan kualitas layanan, perjalanan menuju Baitullah kini menjadi lebih mudah dijangkau. Di balik kemajuan teknologi, tersimpan pesan spiritual yang dalam — bahwa kemudahan beribadah ini adalah bentuk kasih sayang Allah kepada umat-Nya, agar setiap niat suci untuk mendekat kepada-Nya semakin terbuka dan terwujud dengan cara yang lebih modern, nyaman, dan penuh berkah.
Editor: Bangun Lubis




