HAJIUTAMA

Kesehatan Calon Jamaah Haji Jadi Perhatian Utama, Lansia Diminta Lebih Waspada

Kesehatan Calon Jamaah Haji Jadi Perhatian Utama, Lansia Diminta Lebih Waspada

Mymegawisata.com, Palembang, 27 April 2026— Menjelang keberangkatan calon jamaah haji (calhaj) Indonesia ke Tanah Suci, aspek kesehatan menjadi perhatian serius berbagai pihak. Ibadah haji yang menuntut kekuatan fisik dan mental, ditambah kondisi cuaca ekstrem di Arab Saudi, membuat para jamaah—terutama lanjut usia (lansia)—harus mempersiapkan diri secara matang.

Sejumlah pakar kesehatan mengingatkan bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan spiritual, tetapi juga aktivitas fisik yang sangat intens. Jutaan jamaah dari berbagai negara berkumpul dalam satu waktu, sehingga risiko kelelahan, dehidrasi, hingga gangguan kesehatan meningkat.

Pakar kesehatan masyarakat, Prof. Tjandra Yoga Aditama, menekankan pentingnya kesiapan fisik sebelum keberangkatan. Ia menyebutkan bahwa jamaah dengan penyakit kronis seperti jantung, diabetes, gangguan paru, hingga penyakit ginjal harus melakukan konsultasi medis secara menyeluruh.

Baca Juga  Akhir Juni Awal Musim Umroh 2026, Mega Wisata Siap Berangkatkan Jamaah ke Tanah Suci

“Kejujuran dalam menyampaikan kondisi kesehatan kepada tenaga medis sangat penting. Ini bukan untuk membatasi ibadah, tetapi agar jamaah bisa menjalankan rukun haji dengan aman dan lancar,” ujarnya.

Selain itu, jamaah juga diimbau untuk:

* Membawa obat-obatan pribadi lengkap dengan nama generiknya

* Menjaga asupan cairan untuk menghindari dehidrasi

* Menghindari aktivitas berlebihan di bawah terik matahari

* Menggunakan alat bantu jika diperlukan, seperti kursi roda atau tongkat

* Rutin memeriksa kondisi kesehatan selama di Tanah Suci

Cuaca panas di kota suci Makkah dan Madinah yang bisa mencapai di atas 40 derajat Celsius menjadi tantangan tersendiri. Oleh karena itu, jamaah diingatkan untuk mengenali gejala awal heat stroke seperti pusing, lemas, dan kehilangan kesadaran.

Baca Juga  Jamaah Mega Wisata, Hari Ini Menapaki Jejak Dakwah Rasulullah ﷺ di Thaif

Petugas kesehatan haji Indonesia juga disiagakan di berbagai titik untuk memberikan pelayanan cepat. Klinik-klinik satelit disiapkan guna membantu jamaah yang mengalami gangguan kesehatan ringan hingga darurat.

Di sisi lain, Kementerian Agama terus mengimbau agar para jamaah tidak memaksakan diri dalam beribadah. Prinsip utama dalam haji adalah kemampuan (istitha’ah), yang mencakup kesehatan fisik dan mental.

Dengan persiapan yang matang, diharapkan seluruh jamaah haji Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk, aman, dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat.

Haji bukan hanya perjalanan menuju Ka’bah, tetapi juga perjalanan menjaga amanah tubuh yang Allah titipkan,” ujar seorang petugas haji Piter Abdullah, mengingatkan bahwa kesehatan adalah bagian dari ibadah itu sendiri.

Editor: Bangun Lubis

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button