Menelusuri Jejak Sejarah Islam, Jamaah Umrah Mega Wisata Ikuti Napak Tilas Kenabian di Makkah
Jamaah wisata sejarah (city tour) ke tempat-tempat suci dan bersejarah yang berada di sekitar Kota Suci Makkah Al-Mukarramah.

Menelusuri Jejak Sejarah Islam, Jamaah Umrah Mega Wisata Ikuti Napak Tilas Kenabian di Makkah

MAKKAH — Suasana penuh haru dan kekhusyukan menyelimuti ratusan jamaah umrah asal Palembang dari Biro Perjalanan Haji dan Umrah PT Sriwijaya Mega Wisata. Setelah resmi diberangkatkan pada hari Rabu, 28 Oktober 2026 melalui Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, seluruh rombongan kini dilaporkan telah sukses melaksanakan rangkaian wisata sejarah (city tour) ke tempat-tempat suci dan bersejarah yang berada di sekitar Kota Suci Makkah Al-Mukarramah.
Perjalanan napak tilas sejarah Islam ini terasa sangat istimewa karena dibimbing dan dipimpin langsung secara eksklusif oleh Buya Henri Rivai, selaku Development Manager Mega Wisata. Tokoh pembimbing senior tersebut mendampingi para jamaah di lapangan guna memastikan setiap ritual ibadah terlaksana sesuai sunnah, sekaligus memberikan ulasan mendalam terkait esensi sirah nabawiyah (sejarah perjuangan Nabi) pada setiap situs yang dikunjungi.
Destinasi sejarah pertama yang diziarahi oleh rombongan jamaah adalah kawasan Jabal Rahmah dan Padang Arafah. Di bukit batu bersejarah ini, para jamaah tampak antusias mendengarkan kisah menyentuh mengenai tempat bertemunya kembali Nabi Adam AS dan Siti Hawa setelah diturunkan ke bumi, sekaligus lokasi penting di mana Rasulullah SAW menerima wahyu terakhir-Nya saat momentum Haji Wada’.
Tak jauh dari situ, rombongan bergerak melintasi wilayah Muzdalifah dan Mina. Di atas bus jiarah, Buya Henri Rivai secara interaktif memberikan paparan mendalam mengenai gambaran pelaksanaan mabit (bermalam) bagi jamaah haji serta sejarah tempat pelemparan tiga Jumarat yang menjadi bagian dari syariat ketakwaan Nabi Ibrahim AS.
Situs penting berikutnya yang dikunjungi adalah kaki Jabal Nur (kawasan Gua Hira) dan Jabal Tsur (kawasan Gua Tsur). Gua Hira menjadi sorotan utama karena merupakan tempat paling sakral di mana Nabi Muhammad SAW pertama kali menerima wahyu Al-Qur’an (Surah Al-Alaq ayat 1-5) melalui Malaikat Jibril. Sementara itu, Jabal Tsur diziarahi untuk mengenang kembali dramatisnya perjuangan hijrah Rasulullah SAW bersama sahabat setianya, Abu Bakar Ash-Shiddiq RA, saat bersembunyi dari kejaran kaum kafir Quraisy.
Selain pegunungan bersejarah, rombongan kian larut dalam keharuan saat berziarah ke Pemakaman Jannatul Ma’la. Kompleks ini merupakan pemakaman tertua di Kota Makkah tempat peristirahatan terakhir sosok istri tercinta Rasulullah, Ummul Mu’minin Sayyidah Khadijah Al-Kubra RA, yang merupakan pilar utama pendukung dakwah Islam di awal masa kenabian.
Dalam pesan singkatnya di sela-sela kegiatan, Buya Henri Rivai mengingatkan agar para jamaah tidak sekadar mengagumi keindahan lanskap fisik Arab Saudi, melainkan mengambil pelajaran spiritual terdalam.
“Perjalanan wisata sejarah ini kami kemas agar para jamaah paham betapa beratnya tetesan keringat dan darah perjuangan dakwah Islam zaman dahulu. Dari pemahaman akidah dan tauhid yang kokoh inilah, diharapkan sepulang ke tanah air nanti, kualitas keimanan dan ketaatan ibadah kita semakin meningkat,” ujarnya.
Pihak manajemen PT Sriwijaya Mega Wisata mengonfirmasi bahwa seluruh jamaah dalam kondisi sehat walafiat. Layanan akomodasi hotel, konsumsi makanan reguler, hingga kesiapan transportasi bus eksekutif selama di Makkah berjalan dengan sangat lancar dan sesuai rencana.
Doa dan harapan terus mengalir dari sanak keluarga di tanah air agar seluruh rangkaian program 9 hari ini mendatangkan berkah dan predikat umrah yang mabrurah bagi seluruh jamaah.
Apakah Anda ingin saya menambahkan kutipan langsung (statement khusus) dari salah satu perwakilan jamaah, atau butuh draf berita ini disesuaikan lagi untuk media cetak (koran) tertentu?
Editor: Bang Bangun




