UTAMA

Menuju Thaif: Menapaki Jejak Dakwah dengan Hati yang Tunduk

Menuju Thaif: Menyusuri Jejak Luka dan Doa Rasulullah ﷺ

Mymegawisata.com – Setelah merasakan ketenangan dan keindahan beribadah di Madinah Al-Munawwarah, jamaah Mega Wisata melanjutkan perjalanan spiritual menuju Thaif, sebuah kota yang sarat sejarah dan pelajaran iman.

Jamaah dijadwalkan berangkat ke Thaif  bersama Pimpinan Rombongan Buya Henri Rivai, Tour Leader Mega Wisata Dody Raditya, serta Muthowif Muhammad Farid.

Perjalanan menuju Thaif bukan sekadar perpindahan tempat, melainkan perjalanan hati. Kota yang berada di dataran tinggi ini dikenal sebagai tempat Rasulullah ﷺ pernah mengalami ujian dakwah yang sangat berat. Di sinilah Nabi ﷺ ditolak, dicaci, bahkan dilempari batu oleh penduduknya. Namun dari kota inilah pula lahir pelajaran besar tentang kesabaran, kasih sayang, dan keteguhan iman.

Setibanya di Thaif, jamaah diajak untuk tidak hanya melihat sisi geografis dan sejarahnya, tetapi juga merenungi makna di balik setiap peristiwa yang pernah terjadi di kota ini. Buya Henri Rivai, selaku pimpinan rombongan, memberikan pengantar ruhani yang mendalam. Beliau mengajak jamaah meneladani akhlak Rasulullah ﷺ yang tetap lembut meski disakiti.

“Thaif mengajarkan kita bahwa dakwah, kebaikan, dan keikhlasan tidak selalu dibalas dengan sambutan manis. Tetapi justru di situlah nilai ibadah dan ketulusan diuji,” tutur Buya Henri Rivai di hadapan jamaah.

Baca Juga  Transisi Besar Penyelenggaraan Haji: Kemenhaj Hadapi Tiga Ujian Berat Jelang Musim Haji 2026

Kisah Rasulullah ﷺ di Thaif menjadi refleksi utama dalam perjalanan ini. Saat malaikat penjaga gunung menawarkan untuk membinasakan penduduk Thaif, Rasulullah ﷺ justru menolak dan memanjatkan doa penuh kasih:

“Ya Allah, berilah petunjuk kepada kaumku, karena sesungguhnya mereka tidak mengetahui.”(HR. Bukhari)

Doa ini menggugah hati jamaah. Betapa Rasulullah ﷺ tidak pernah menyimpan dendam, bahkan kepada orang-orang yang menyakitinya. Dari sini jamaah belajar bahwa Islam adalah agama kasih sayang, bukan kemarahan.

Selama perjalanan dan rangkaian kegiatan di Thaif, Tour Leader Mega Wisata Dody Raditya memastikan seluruh jamaah merasa aman, nyaman, dan terlayani dengan baik. Dengan pendekatan yang humanis dan penuh kepedulian, Dody Raditya sigap membantu jamaah, khususnya jamaah lanjut usia, baik saat perjalanan, penginapan, maupun kegiatan ziarah.

“Kami ingin jamaah bisa fokus beribadah dan mengambil hikmah perjalanan ini, tanpa terbebani oleh urusan teknis,” ujar Dody Raditya di sela pendampingan jamaah.

Sementara itu, Muthowif Muhammad Farid berperan menjelaskan secara detail sejarah Thaif dan peristiwa-peristiwa penting yang pernah terjadi di sana. Penjelasan yang disampaikan tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga menyentuh sisi spiritual, sehingga jamaah dapat merasakan kedalaman makna dari setiap lokasi yang dikunjungi.

Baca Juga  Mega Wisata Tawarkan Umrah All In Tanpa Biaya Tambahan, Jamaah Lebih Tenang dan Nyaman

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”(QS. Al-Insyirah: 6)*

Ayat ini terasa begitu relevan dengan kisah Thaif. Setelah peristiwa menyakitkan di kota ini, Allah justru memuliakan Rasulullah ﷺ dengan peristiwa besar Isra dan Mi’raj. Sebuah pesan bahwa kesabaran yang tulus tidak pernah sia-sia di sisi Allah.

Menginap semalam di Thaif memberi kesempatan bagi jamaah untuk lebih khusyuk bermuhasabah. Di udara sejuk malam hari, jamaah memperbanyak doa, zikir, dan shalawat, memohon agar hati mereka dilembutkan dan iman dikuatkan. Banyak jamaah yang merasakan ketenangan batin, seolah Allah sedang menenangkan hati-hati yang lelah oleh hiruk-pikuk dunia.

Perjalanan ke Thaif ini menjadi bagian penting dari rangkaian ibadah jamaah Mega Wisata. Bukan hanya sebagai ziarah sejarah, tetapi sebagai madrasah kehidupan yang mengajarkan arti sabar, ikhlas, dan tawakal. Semoga setiap langkah jamaah dicatat sebagai amal saleh, setiap doa dikabulkan, dan setiap pelajaran dari Thaif menjadi bekal untuk menjalani kehidupan yang lebih baik sepulang ke tanah air.Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

▪︎Bang Bangun Lubis

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button