UMROH

UMRAH BUKAN SEKADAR PERJALANAN, TETAPI PANGGILAN UNTUK MENDEKAT KEPADA ALLAH

Jangan sampai perjalanan yang seharusnya menjadi momentum mendekatkan diri kepada Allah justru lebih banyak diisi dengan aktivitas duniawi, mengejar foto, berbelanja, atau mencari perhatian orang lain.

UMRAH BUKAN SEKADAR PERJALANAN, TETAPI PANGGILAN UNTUK MENDEKAT KEPADA ALLAH

Oleh: Bang Bangun Lubis

Perjalanan menuju Makkah dan Madinah bagi seorang Muslim seharusnya tidak dipandang sebagai perjalanan wisata atau sekadar perpindahan dari satu negara ke negara lain. Umrah adalah perjalanan spiritual menuju tempat-tempat yang penuh sejarah perjuangan Rasulullah SAW, para sahabat, serta perjalanan panjang umat Islam dalam menegakkan tauhid.

Karena itu, ketika seseorang mendapatkan kesempatan berangkat ke Tanah Suci, hendaknya kesempatan tersebut disyukuri dengan mempersiapkan hati. Jangan sampai perjalanan yang seharusnya menjadi momentum mendekatkan diri kepada Allah justru lebih banyak diisi dengan aktivitas duniawi, mengejar foto, berbelanja, atau mencari perhatian orang lain.

Makkah dan Madinah memiliki kedudukan yang sangat istimewa. Di sana seorang jemaah dapat memperbanyak salat, membaca Al-Qur’an, berzikir, berdoa, bersedekah dan melakukan berbagai amal kebajikan. Setiap kesempatan yang tersedia hendaknya digunakan untuk memperbaiki hubungan dengan Allah SWT.

Allah berfirman dalam .QS. Al-Baqarah: 197

> “Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa.”

Ayat ini memberikan pelajaran bahwa perjalanan hidup seorang Muslim, termasuk perjalanan menuju Tanah Suci, tidak cukup hanya dipersiapkan dengan bekal materi. Tiket, paspor, pakaian, koper, obat-obatan dan kebutuhan perjalanan memang penting. Namun yang jauh lebih penting adalah bekal iman dan takwa.

Baca Juga  Jamaah Mega Wisata Nikmati Sejuknya Kota Thaif, Menapak Jejak Sejarah Dakwah Rasulullah

Rasulullah SAW juga memberikan kabar gembira mengenai keutamaan umrah. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda bahwa antara satu umrah dengan umrah berikutnya terdapat penghapus dosa di antara keduanya.

Hadis tersebut merupakan motivasi besar bagi umat Islam untuk melaksanakan umrah dengan penuh keikhlasan. Namun, makna penghapusan dosa tidak seharusnya dipahami secara sembarangan sebagai jaminan bahwa semua dosa seseorang otomatis hilang tanpa taubat dan perbaikan diri. Umrah harus menjadi bagian dari proses kembali kepada Allah, meninggalkan maksiat, menyesali kesalahan dan bertekad memperbaiki kehidupan.

Karena itu, seorang jemaah hendaknya datang ke Tanah Suci dengan hati yang rendah. Jangan merasa lebih mulia hanya karena sudah mampu berumrah. Jangan pula menjadikan ibadah sebagai sarana untuk mendapatkan pujian manusia.

Justru setelah pulang dari Makkah dan Madinah, pertanyaan yang lebih penting adalah: apakah umrah tersebut telah mengubah kehidupan kita?

Baca Juga  Safar Umrah, Perjalanan yang Begitu Membahagiakan

Apakah salat menjadi lebih baik? Apakah hubungan dengan keluarga semakin harmonis? Apakah kita semakin jujur dalam bekerja? Apakah kita lebih mudah memaafkan? Apakah kita semakin peduli kepada fakir miskin dan orang yang membutuhkan? Apakah dosa-dosa yang dahulu dilakukan mulai ditinggalkan?

Inilah antara lain ukuran penting dari perjalanan spiritual seseorang.

Umrah seharusnya tidak berhenti ketika seseorang meninggalkan Masjidil Haram atau Masjid Nabawi. Nilai ibadah itu harus dibawa pulang ke rumah, ke tempat kerja, ke lingkungan masyarakat dan ke seluruh perjalanan kehidupan.

Tanah Suci bukan sekadar tempat untuk dikunjungi. Ia adalah tempat untuk merenung, menangis, memohon ampun, memperbarui janji kepada Allah dan membangun kehidupan yang lebih baik.

Maka, kepada setiap Muslim yang memperoleh kesempatan menunaikan umrah, gunakanlah waktu di Tanah Suci sebaik-baiknya. Kurangi hal-hal yang tidak perlu. Perbanyak doa, zikir, membaca Al-Qur’an, salat dan amal kebajikan.

Sebab kita tidak pernah tahu apakah kesempatan tersebut akan datang kembali.

Umrah bukan sekadar perjalanan menuju Tanah Suci. Umrah adalah perjalanan hati untuk kembali kepada Allah.

 

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button