UMROHUTAMA

Jamaah Mega Wisata Rampungkan Umrah, Kini Menanti Shalat Jumat di Masjidil Haram

MyMegawisata.com, Makkah al-Mukarramah— Jamaah Umrah Mega Wisata yang diberangkatkan pada Kamis, 11 September 2025, kini telah menuntaskan seluruh rangkaian ibadah umrah dengan penuh rasa haru dan syukur.

Setelah melewati perjalanan ruhani yang melelahkan namun membahagiakan, para jamaah saat ini tengah beristirahat sambil menanti kesempatan istimewa untuk melaksanakan Shalat Jumat di Masjidil Haram.

Tour leader Mega Wisata yang memimoin jamaah,  Bapak Asep Suhendar, melaporkan langsung dari Makkah bahwa sebagian jamaah memang terlihat letih setelah menyelesaikan seluruh amalan umrah.

Namun, semangat mereka tidak pernah surut. “Meski ada rasa capek, jamaah tetap berusaha ikut shalat Subuh berjamaah di Masjidil Haram, dan sekarang menanti Jumatan dengan penuh kerinduan,” ujarnya.

Kebahagiaan Hati yang Tak Terbayar

Perasaan haru menyelimuti jamaah ketika mereka berhasil menunaikan thawaf, sa’i, serta tahallul sebagai bagian dari ibadah umrah. Air mata mengalir saat doa-doa dipanjatkan di Multazam dan Maqam Ibrahim, hingga sujud syukur dilakukan dengan penuh ketundukan.

Al-Qur’an menegaskan keutamaan perjalanan ibadah ini:

“Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah.” (QS. Al-Baqarah: 196)

Ayat ini menjadi pengingat bahwa setiap langkah para jamaah, setiap keringat dan lelah yang mereka rasakan, akan dicatat sebagai ibadah di sisi Allah ﷻ.

Baca Juga  Kuliner Halal Indonesia Memperoleh Nilai Peringkat Dua Se Dunia

Menanti Keagungan Shalat Jumat di Tanah Haram

Setelah menyelesaikan umrah, jamaah Mega Wisata kini menantikan saat agung: Shalat Jumat di Masjidil Haram. Sebuah keistimewaan yang tidak semua muslim berkesempatan merasakannya.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih utama daripada seribu shalat di masjid lain kecuali Masjidil Haram. Dan shalat di Masjidil Haram lebih utama daripada seratus ribu shalat di masjid lainnya.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

Betapa agung dan mulianya pahala yang akan mereka raih. Satu kali Shalat Jumat di Masjidil Haram setara dengan seratus ribu kali shalat di tempat lain.

Spirit yang Dibawa Pulang

Perjalanan umrah bukan hanya meninggalkan kisah ibadah di Tanah Haram, tetapi juga meninggalkan bekas yang mendalam di hati setiap jamaah. Mereka belajar kesabaran, kebersamaan, dan pengorbanan. Rasa letih yang ada justru menjadi saksi bahwa mereka telah memberikan yang terbaik dalam pengabdian kepada Allah.

Tour leader Asep Suhendar menambahkan, jamaah tetap menjaga kekompakan dan suasana ukhuwah. “Alhamdulillah, jamaah saling membantu, saling mendoakan, dan semangat ingin memperbanyak ibadah selama di Makkah. Ini yang membuat perjalanan menjadi lebih bermakna,” katanya.

Baca Juga  Pangaloan Sitorus Umroh Lagi Bersama Mega Wisata, Serasa Perjalanan Bersama Keluarga

Jamaah Berbagi Kisah

Beberapa jamaah bahkan menuturkan pengalaman spiritualnya. Seorang jamaah Mega Wisata ibu rumah tangga dari mengaku merasa doa-doanya lebih mudah dipanjatkan.

“Ada rasa tenang dan damai yang tidak bisa saya ungkapkan dengan kata-kata. Saya hanya berharap Allah menerima umrah ini sebagai ibadah yang mabrur,” ucapnya penuh haru.

Seorang jamaah muda pun menyampaikan kesannya. “Saya merasa seolah dilahirkan kembali setelah umrah ini. Semua dosa, semoga Allah ampuni. Saya ingin pulang nanti dengan hati baru yang lebih dekat kepada Allah,” katanya.

Doa dan Harapan

Mega Wisata berharap seluruh jamaah mendapatkan umrah yang mabrur dan pulang ke tanah air dengan selamat. Dengan izin Allah, ibadah ini menjadi bekal untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketaatan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ:

“Umrah ke umrah berikutnya menjadi penghapus dosa di antara keduanya, dan haji mabrur tidak ada balasan kecuali surga.”(HR. Bukhari dan Muslim)

Dengan penuh syukur, jamaah kini bersiap menyongsong hari Jumat yang penuh berkah, di mana doa-doa mustajab akan dipanjatkan, seraya memohon agar Allah ﷻ melimpahkan rahmat, ampunan, dan kebaikan bagi seluruh umat Islam.

Editor: Bangun Lubis

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button