UTAMA

Jamaah Umroh I’tikaf Mega Wisata Telah Tiba di Tanah Air, Penuh Haru dan Syukur

Jamaah Umroh I’tikaf Mega Wisata Telah Tiba di Tanah Air, Penuh Haru dan Syukur

Mymegawisata.com – Alhamdulillah, rombongan jamaah umroh i’tikaf Mega Wisata yang diberangkatkan pada 25 Februari 2026 kini telah tiba kembali di Tanah Air dengan selamat.

Kepulangan ini menjadi momen penuh haru dan rasa syukur setelah mereka menunaikan rangkaian ibadah di Tanah Suci, khususnya pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan.

Perjalanan spiritual ini meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh jamaah. Kesempatan untuk beri’tikaf di Masjidil Haram, memperbanyak ibadah di malam-malam penuh kemuliaan, menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

Dalam suasana yang khusyuk, jamaah menghidupkan malam dengan shalat, tilawah Al-Qur’an, dzikir, dan doa.

Pembimbing ibadah, Ustadz Hamzah, menyampaikan bahwa secara umum kondisi jamaah dalam keadaan baik dan mampu mengikuti seluruh rangkaian ibadah dengan lancar. Ia juga mengungkapkan rasa bangganya atas semangat jamaah dalam memanfaatkan waktu selama di Tanah Suci.

Baca Juga  Usai Tawaf, Sa'i dan Thahallul, Umroh Lengkap, Plong Hati Ini Jadi Nyaman

“Alhamdulillah, jamaah sangat antusias dalam beribadah. Mereka menjaga semangat hingga akhir, terutama dalam menghidupkan malam-malam terakhir Ramadhan. Semoga semua amal ibadah mereka diterima oleh Allah SWT,” ujarnya.

Direktur Utama Mega Wisata, Ibu Salwaty, turut menyampaikan rasa syukur atas kepulangan jamaah dalam keadaan selamat. Ia berharap perjalanan ibadah ini memberikan dampak yang besar dalam kehidupan para jamaah ke depan.

“Alhamdulillah, jamaah kita telah tiba di Tanah Air dengan selamat. Semoga menjadi umroh yang mabrur, dan membawa perubahan menuju kehidupan yang lebih baik serta lebih dekat kepada Allah SWT,” ungkapnya.

I’tikaf yang dijalani para jamaah merupakan bagian dari sunnah Rasulullah SAW yang sangat dianjurkan, terutama di sepuluh malam terakhir Ramadhan.

Baca Juga  City Tour Makkah — Menapaki Jejak Sejarah Rasulullah SAW dan Para Sahabat

Sebagaimana firman Allah SWT: “Dan janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam masjid. Itulah batas-batas Allah.”* (QS. Al-Baqarah: 187)

Dan dalam hadits disebutkan:”Rasulullah SAW beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan hingga beliau wafat.”* (HR. Bukhari dan Muslim)

Kini, meskipun telah meninggalkan Tanah Suci, semangat ibadah yang telah terbangun diharapkan tetap terjaga dalam kehidupan sehari-hari. Kepulangan ini bukanlah akhir dari perjalanan spiritual, melainkan awal dari kehidupan baru yang lebih dekat dengan Allah SWT.

Semoga seluruh jamaah senantiasa istiqamah dalam kebaikan, dan semoga Allah SWT menerima segala amal ibadah yang telah dilakukan.

Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.

Editor: Bangun Lubis

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button