Jamaah Umroh Mega Wisata Bertolak dari Palembang Menuju Tanah Suci dengan Pesan Ibadah dan Kebersamaan
Umroh Ibadah Suci Bernilai Surga

MyMegawisata.com, PALEMBANG— Hari ini, Kamis (14/8), rombongan jamaah umroh Mega Wisata resmi bertolak menuju Tanah Suci melalui Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang.
Rombongan ini dipimpin oleh Akhi Asep Suhendar sebagai tour leader bersama Ibu Feronika, yang dengan penuh tanggung jawab memastikan seluruh jamaah nyaman dan aman sejak keberangkatan hingga tiba di Jeddah. Pesawat dijadwalkan lepas landas pukul 12.30 WIB.

Sejak pagi, suasana bandara telah dipenuhi wajah-wajah penuh harap dan doa. Terlihat para jamaah saling berpelukan, memohon doa restu, dan menyelipkan pesan-pesan kebaikan sebelum memasuki ruang tunggu.
Turut hadir menghantarkan keberangkatan jamaah, Direktur Utama PT Sriwijaya Mega Wisata, Ibu Salwaty; Manajer Pengembangan, Buya Henri Rivai; Pembimbing Mega Wisata, Ustadz Abu Hamzah; Supervisor Tour Halal, Dody Raditya; dan sejumlah pimpinan Mega Wisata lainnya.
Pesan dari Direktur Utama dan Pembimbing
Dalam arahannya, Ibu Salwaty menegaskan bahwa perjalanan umroh adalah momen ibadah yang agung.
“Jika ada hal yang kurang dimengerti, jangan sungkan bertanya kepada tour leader atau pembimbing. Saya berharap setiap jamaah saling membantu satu sama lain, agar perjalanan ini menjadi pengalaman yang nyaman dan penuh kebersamaan,” ujarnya.

Ibu Salwaty juga mengingatkan pentingnya sikap ringan tangan kepada sesama jamaah, karena setiap bantuan kecil yang diberikan akan menjadi catatan amal shalih.
Buya Henri Rivai, dalam sambutannya, menekankan agar seluruh jamaah memperbanyak zikir dan doa sejak keberangkatan hingga kembali ke tanah air.
“Perjalanan ini adalah kesempatan emas untuk meraih predikat umroh mabrur. Ingat, bersafar itu penuh ujian. Bersabarlah, jaga etika, dan jangan lupa mengikuti panduan teknis agar perjalanan lancar. Misalnya, pahami cara menggunakan fasilitas di pesawat dan di Tanah Suci, serta usahakan tidak bepergian sendirian. Tetaplah bersama rombongan,” pesannya.
Landasan Ibadah dari Al-Qur’an dan Sunnah
Perjalanan umroh merupakan salah satu amal mulia yang disebutkan dalam Al-Qur’an. Allah SWT berfirman: “Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah...”* (QS. Al-Baqarah: 196)
Rasulullah ﷺ juga bersabda: “Umrah ke umrah berikutnya akan menghapus dosa-dosa di antara keduanya, dan haji mabrur tidak ada balasannya kecuali surga.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menjadi motivasi utama bagi jamaah untuk memanfaatkan setiap momen di Tanah Suci dengan amal ibadah yang tulus dan penuh pengharapan akan rahmat Allah.
Pesan Ulama Salaf tentang Safar Ibadah
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah pernah mengatakan:
“Perjalanan menuju Baitullah bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan hati menuju Allah. Siapa yang mengosongkan hatinya dari dunia selama safar, akan pulang membawa hati yang penuh cahaya iman.”
Hal ini selaras dengan filosofi Mega Wisata yang tidak hanya mengantarkan jamaah secara fisik, tetapi juga membimbing secara spiritual agar perjalanan menjadi pengalaman ruhani yang membekas sepanjang hayat.
Komitmen Mega Wisata untuk Layanan Terbaik
Mega Wisata berkomitmen menjadi perusahaan perjalanan umroh dan wisata halal yang memiliki kepedulian tinggi kepada jamaahnya.

Dengan standar layanan berkelas internasional, Mega Wisata mengedepankan profesionalisme, kenyamanan, dan kualitas pelayanan. Filosofi perusahaannya, “Nilai Lebih Perjalanan Anda,” bukan sekadar slogan, tetapi diwujudkan dalam perhatian detail terhadap kenyamanan dan kebutuhan jamaah.
Harapan untuk Jamaah
Keberangkatan kali ini menjadi momen yang sarat doa dan harapan. Semoga seluruh jamaah diberi kelancaran, kesehatan, dan keselamatan hingga kembali ke tanah air.
Lebih dari itu, semoga mereka pulang dengan membawa predikat **umroh mabrur**, sesuai sabda Nabi ﷺ: “Tidak ada balasan bagi haji mabrur kecuali surga.”* (HR. Bukhari dan Muslim)
Dan semoga perjalanan ini menjadi pengingat bahwa setiap langkah menuju Baitullah adalah langkah menuju ridha Allah, di mana hati, jiwa, dan amal disucikan untuk kehidupan yang lebih baik di dunia dan akhirat.
Editor: Bangun Lubis




