
MyMegawisata.com – Umrah adalah perjalanan hati yang jauh lebih dalam dari sekadar menapakkan kaki di tanah suci.
Ia adalah kesempatan emas untuk membersihkan jiwa, melapangkan hati, dan meneguhkan hubungan dengan Allah. Setiap langkah yang diambil, setiap doa yang terucap, dan setiap kesabaran yang dijalani dalam safar ini, kelak menjadi saksi di hadapan-Nya.

Manager Pengembangan sekaligus Pembimbing, PT Sriwijaya Mega Wisata, Buya RM Henri Rivai, mengingatkan bahwa umrah tidak hanya soal melaksanakan rangkaian ibadah, tetapi juga bagaimana kita menjaga akhlak dan hati selama perjalanan.
“Ketika kita menjadi jamaah, perbanyaklah ibadah, bersabar dalam safar, senanglah membantu sesama, dan jadikan grup jamaah umrah sebagai saudara. InsyaAllah, kemabruran umrah akan tercapai,”* tutur Buya Henri.
Kesabaran adalah Kunci dalam Safar
Safar atau perjalanan, apalagi ke tanah suci, kerap diwarnai ujian. Bisa jadi tubuh lelah, jadwal padat, cuaca berbeda, dan perbedaan karakter antarjamaah. Dalam kondisi seperti ini, sabar bukan sekadar pilihan, melainkan keharusan.
Allah ﷻ berfirman:”Dan bersabarlah, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.“(QS. Al-Anfal: 46).

Rasulullah ﷺ pun bersabda:”Barang siapa bersabar, Allah akan memberinya kesabaran, dan tidak ada pemberian yang lebih baik dan lebih luas daripada kesabaran.”(HR. Bukhari dan Muslim).
Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah menjelaskan bahwa kesabaran dalam ibadah bukan hanya menahan diri dari keluhan, tetapi juga menjaga hati tetap ridha terhadap ketentuan Allah selama perjalanan.
Menolong Sesama — Jalan Menuju Ridha Allah
Umrah adalah kesempatan indah untuk mengamalkan ta’awanu (tolong-menolong) dalam kebaikan. Terkadang, menolong jamaah yang kesulitan berjalan, membawakan barang, atau sekadar memberikan senyum dan kata-kata penghibur, menjadi pahala yang tidak kalah besar dengan ibadah sunnah lainnya.

Allah ﷻ berfirman: “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan.”(QS. Al-Ma’idah: 2)
Imam Hasan al-Bashri mengatakan, “Menolong seorang mukmin dalam kesulitan adalah amalan yang lebih aku sukai daripada melakukan ibadah sunnah sebulan penuh.”
Menyatu sebagai Saudara Seiman
Perjalanan umrah sering mempertemukan kita dengan saudara seiman dari berbagai daerah dan latar belakang. Dalam satu rombongan, setiap orang adalah bagian dari keluarga besar yang Allah satukan dalam ikatan iman.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Seorang mukmin terhadap mukmin lainnya bagaikan satu bangunan yang saling menguatkan.”**(HR. Bukhari dan Muslim)
Ketika rasa persaudaraan ini dijaga, perjalanan umrah akan dipenuhi keberkahan dan rasa aman, nyaman, serta bahagia.
Filosofi Mega Wisata: Nilai Lebih Perjalanan Anda
Direktur Utama PT Sriwijaya Mega Wisata, Ibu Salwaty, menegaskan bahwa nilai persaudaraan dan saling membantu dalam safar umrah selaras dengan filosofi perusahaan.
“Pesan persaudaraan yang saling bantu-membantu dalam bersafar umrah memang sesuai dengan filosofi Mega Wisata, Nilai Lebih Perjalanan Anda. Umrah yang aman, nyaman, dan berkesan akan selalu terpatri di hati para jamaah Mega Wisata,” ujar Ibu Salwaty.

PT Sriwijaya Mega Wisata berkomitmen bukan hanya memberangkatkan jamaah menuju tanah suci, tetapi juga membimbing mereka agar ibadah yang dilakukan benar-benar mengantarkan kepada kemabruran.
Seperti disampaikan Buya RM Henri Rivai, umrah yang mabrur adalah umrah yang mengubah perilaku menjadi lebih baik, memperkuat iman, dan menumbuhkan kecintaan kepada Allah serta sesama hamba-Nya.
Semoga setiap jamaah yang berangkat bersama Mega Wisata selalu diberi kekuatan, kesabaran, dan keikhlasan dalam ibadah, sehingga sepulangnya dari tanah suci, mereka membawa pulang hati yang bersih, iman yang kuat, dan semangat berbuat kebaikan tanpa henti.
“Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah.” *(QS. Al-Baqarah: 196)*
Editor: Bangun Lubis




