JUJUR DAN IKHLAS DALAM MENJALANI KEHIDUPAN
Kehidupan yang baik bukan hanya diukur dari keberhasilan yang kita peroleh, tetapi juga dari bagaimana cara kita memperoleh dan menjalani keberhasilan tersebut.

JUJUR DAN IKHLAS DALAM MENJALANI KEHIDUPAN

Oleh: Bang Bangun Lubis
Dalam menjalani kehidupan, kejujuran dan keikhlasan adalah dua sikap yang sangat penting untuk kita jaga. Apa pun kegiatan yang kita lakukan, baik dalam pekerjaan, keluarga, bermasyarakat maupun ketika menjalankan sebuah amanah, hendaknya dilakukan dengan hati yang jujur dan niat yang ikhlas. Sebab, kehidupan yang baik bukan hanya diukur dari keberhasilan yang kita peroleh, tetapi juga dari bagaimana cara kita memperoleh dan menjalani keberhasilan tersebut.
Kejujuran membuat seseorang dipercaya, sedangkan keikhlasan membuat hati menjadi tenang. Orang yang jujur tidak perlu membangun banyak alasan untuk menutupi sesuatu, karena apa yang disampaikan sesuai dengan kenyataan. Sementara orang yang ikhlas tidak terlalu sibuk menghitung apa yang telah diberikan dan apa yang akan diterimanya sebagai balasan.
Allah SWT berfirman dalam **QS. Al-Zalzalah [99]: 7. “Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.”
Ayat ini memberikan keyakinan kepada kita bahwa tidak ada kebaikan yang sia-sia di hadapan Allah SWT. Sekecil apa pun kebaikan yang dilakukan dengan benar akan mendapatkan balasan. Karena itu, jangan pernah merasa rugi ketika kita berbuat baik kepada orang lain meskipun kebaikan tersebut tidak langsung mendapatkan balasan.
Dalam kehidupan bermasyarakat, kita tentu berharap orang lain memperlakukan kita dengan jujur, menghargai kita, membantu ketika kita membutuhkan dan menjaga perasaan kita. Namun, sebelum menuntut semua itu dari orang lain, hendaknya kita bertanya kepada diri sendiri: sudahkah kita melakukan hal yang sama kepada mereka?
Jika kita ingin diperlakukan dengan jujur, jadilah orang yang jujur. Jika kita ingin dihargai, belajarlah menghargai. Jika kita ingin dibantu, jangan ragu membantu. Jika kita ingin mendapatkan kebaikan, maka tebarkanlah kebaikan.
Inilah prinsip sederhana yang sering kita lupakan. Apa yang kita tanam, pada waktunya akan kita tuai. Memang, balasan tidak selalu datang dari orang yang sama. Kebaikan yang kita berikan kepada seseorang mungkin justru kembali kepada kita melalui orang lain, melalui keluarga, sahabat, masyarakat, atau bahkan dalam bentuk pertolongan Allah SWT yang tidak pernah kita duga sebelumnya.
Rasulullah SAW juga mengingatkan kita bahwa amal perbuatan sangat bergantung pada niatnya. Karena itu, luruskan niat dalam setiap aktivitas kehidupan. Bekerjalah dengan jujur. Membantulah dengan ikhlas. Berbicaralah dengan benar. Jagalah amanah. Jangan mengambil hak orang lain. Dan jangan menjadikan kebaikan sebagai alat untuk mendapatkan pujian.
Keikhlasan memang tidak selalu mudah. Terkadang kita sudah berbuat baik, tetapi justru mendapatkan prasangka. Kita sudah membantu, tetapi dilupakan. Kita sudah menjaga perasaan orang lain, tetapi diri kita sendiri justru disakiti. Dalam keadaan seperti itu, jangan biarkan kekecewaan mengubah kita menjadi orang yang buruk.
Tetaplah menjadi orang baik, bukan karena manusia selalu baik kepada kita, tetapi karena kita ingin mendapatkan ridha Allah SWT.
Pada akhirnya, kehidupan ini bukan hanya tentang apa yang kita dapatkan, tetapi juga tentang apa yang kita berikan. Bukan hanya tentang bagaimana orang lain memperlakukan kita, tetapi juga bagaimana kita memperlakukan orang lain.
Jangan lelah berbuat baik. Jangan berhenti menjadi orang jujur hanya karena pernah dikecewakan. Jangan kehilangan keikhlasan hanya karena kebaikan kita belum dihargai. Allah SWT mengetahui setiap niat, perkataan dan perbuatan kita.
Semoga kita menjadi manusia yang jujur dalam perkataan, ikhlas dalam perbuatan, amanah dalam menjalankan tanggung jawab, serta sabar ketika kebaikan kita belum mendapatkan balasan.
Percayalah, kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas tidak akan pernah hilang. Mungkin manusia melupakannya, tetapi Allah SWT tidak pernah melupakannya.
*Berbuatlah jujur dan ikhlas dalam menjalani kehidupan. Apa yang kita berikan kepada orang lain berupa kebaikan, insyaallah akan kembali kepada kita dalam bentuk kebaikan pula, dengan cara dan waktu terbaik yang telah Allah SWT tentukan.




