UTAMA

Menapaktilasi Jejak Rasulullah di Tanah Suci: Jamaah Mega Wisata Ikuti City Tour Penuh Makna

Menapaktilasi Jejak Rasulullah di Tanah Suci: Jamaah Mega Wisata Ikuti City Tour Penuh Makna Bersama Ustadz Hamzah

 

MyMegaWisata.com, Makkah Al-Mukarramah — Dalam suasana penuh kekhusyukan dan semangat ibadah, jamaah Mega Wisata mengikuti kegiatan *city tour* religi di Kota Suci Makkah, Minggu (22/3/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu momen penting bagi jamaah untuk lebih mengenal jejak sejarah perjuangan Rasulullah ﷺ secara langsung di tanah yang penuh berkah.

Sejak pagi hari, para jamaah telah berkumpul di lobby hotel lantai G. Dengan tertib dan penuh antusias, mereka bersiap memulai perjalanan spiritual yang bukan sekadar wisata, tetapi sarat dengan nilai-nilai keimanan.

Kegiatan ini dipandu oleh Tim Muthowwif Mega Wisata yang dipimpin oleh Ustadz Hamzah, yang memberikan penjelasan mendalam di setiap lokasi yang dikunjungi. Dengan gaya penyampaian yang lembut dan menyentuh, beliau mengajak jamaah tidak hanya melihat, tetapi juga merasakan makna dari setiap tempat bersejarah tersebut.

Perjalanan dimulai dari Jabal Tsur, tempat Rasulullah ﷺ bersama Abu Bakar Ash-Shiddiq bersembunyi di Gua Tsur saat peristiwa hijrah. Di sini, jamaah diingatkan akan pentingnya tawakal kepada Allah SWT, sebagaimana firman-Nya:

Baca Juga  Umrah Mabrur Lahir dari Persaudaraan dan Tolong-Menolong di Tanah Suci

“Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.”(QS. At-Taubah: 40)

Selanjutnya, rombongan menuju Padang Arafah tempat yang menjadi inti dari ibadah haji. Di lokasi ini, jamaah merenungi sabda Rasulullah ﷺ: *“Al-Hajju ‘Arafah”* (Haji itu adalah Arafah), yang menunjukkan betapa pentingnya wukuf sebagai puncak ibadah haji.

Perjalanan berlanjut ke Jabal Rahmah, yang diyakini sebagai tempat pertemuan Nabi Adam dan Siti Hawa. Di tempat ini, jamaah diajak merenungkan luasnya rahmat Allah dan pentingnya taubat dalam kehidupan seorang hamba.

Rombongan juga mengunjungi Muzdalifah dan Mina, dua lokasi penting dalam rangkaian ibadah haji. Di Muzdalifah, jamaah belajar tentang kesederhanaan dan kebersamaan, sementara di Mina mereka diingatkan tentang makna melawan godaan setan melalui lempar jumrah.

Salah satu titik yang paling berkesan adalah kunjungan ke Jabal Nur, tempat Gua Hira berada. Di sinilah wahyu pertama diturunkan kepada Rasulullah ﷺ. Jamaah diajak merenungi firman Allah SWT:

*”Iqra’ bismi rabbikalladzi khalaq”*(Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan) — (QS. Al-‘Alaq: 1)

Perjalanan ditutup dengan ziarah ke Makam Ma’la, tempat dimakamkannya para sahabat dan keluarga Rasulullah, termasuk Sayyidah Khadijah رضي الله عنها. Suasana haru terasa ketika jamaah memanjatkan doa dan mengenang perjuangan para pendahulu Islam.

Baca Juga  Nikmat I’tikaf di Sepuluh Malam Terakhir di Masjidil Haram

Ustadz Hamzah dalam arahannya menyampaikan bahwa perjalanan ini adalah bagian dari proses mendekatkan diri kepada Allah. “Ini bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi perjalanan hati. Semoga setiap langkah menjadi amal ibadah di sisi Allah,” ujarnya.

Para jamaah juga diingatkan untuk menjaga kedisiplinan dan kebersamaan selama perjalanan, agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan dapat kembali tepat waktu untuk melaksanakan shalat Dzuhur di Masjidil Haram.

Kegiatan city tour ini menjadi salah satu program unggulan Mega Wisata dalam memberikan pengalaman spiritual yang mendalam. Di tengah perjalanan tersebut, jamaah tidak hanya melihat sejarah, tetapi juga merasakan denyut perjuangan dan keteguhan iman yang diwariskan oleh Rasulullah ﷺ dan para sahabat.

Sebagaimana firman Allah SWT: “Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka terdapat pelajaran bagi orang-orang yang berakal.”(QS. Yusuf: 111)

Semoga perjalanan ini menjadi pengingat yang hidup dalam hati, menguatkan iman, dan mengantarkan setiap jamaah menuju kehidupan yang lebih dekat dengan Allah SWT.

Editor: Bangun Lubis

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button