UMROH

Mega Wisata Gelar Manasik Umrah, Bekali Jamaah dengan Pemahaman Ibadah, Teknis Perjalanan, dan Nilai Kesabaran dalam Safar

Keberangkatan 15 Juli, 16 Juli 2026 (Program Umrah + Turki), dan 26 Juli 2026

Mega Wisata Gelar Manasik Umrah, Bekali Jamaah dengan Pemahaman Ibadah, Teknis Perjalanan, dan Nilai Kesabaran dalam Safar

MyMegawisata.com – Mega Wisata kembali menggelar kegiatan manasik umrah sebagai bekal bagi calon jamaah yang akan berangkat ke Tanah Suci pada 15 Juli, 16 Juli 2026 (Program Umrah + Turki), dan 26 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung di Asrama Haji, Sabtu (4/7/2026), tersebut diikuti ratusan calon jamaah dengan penuh antusias.

Manasik merupakan tahapan penting yang harus diikuti setiap calon jamaah sebelum keberangkatan. Selain memberikan pemahaman mengenai tata cara pelaksanaan ibadah umrah sesuai tuntunan syariat, manasik juga menjadi sarana untuk mempersiapkan jamaah dari sisi teknis perjalanan, kesiapan mental, fisik, serta pembinaan akhlak selama berada di Tanah Suci.

Kegiatan manasik menghadirkan dua pemateri, yaitu Buya Henri A. Rivai, Pimpinan Mega Wisata, dan Ust. Abu Hamam,  Pembimbing Manasik Mega Wisata. Keduanya menyampaikan materi sesuai bidang masing-masing sehingga para jamaah memperoleh pembekalan yang utuh, baik dari aspek penyelenggaraan perjalanan maupun pemahaman ibadah.

Dalam paparannya, Buya Henri A. Rivai menjelaskan berbagai hal yang berkaitan dengan teknis keberangkatan dan kebijakan manajemen Mega Wisata. Mulai dari proses administrasi, jadwal penerbangan, pembagian kelompok, koordinasi dengan pembimbing, tata tertib selama perjalanan, hingga pelayanan yang akan diterima jamaah selama berada di Arab Saudi maupun dalam program Umrah + Turki.

Ia mengingatkan bahwa keberhasilan perjalanan umrah bukan hanya ditentukan oleh kesiapan dokumen atau perlengkapan, tetapi juga oleh kesiapan mental setiap jamaah dalam menghadapi dinamika perjalanan.

“Umrah adalah safar menuju tamu Allah. Dalam sebuah perjalanan yang melibatkan banyak orang tentu akan ada perbedaan karakter, kebiasaan, bahkan mungkin ada keterlambatan atau perubahan jadwal. Karena itu, kesabaran menjadi bekal yang sangat penting,” ujarnya.

Baca Juga  Kesalahan yang Bisa Terjadi Dilakukan Jamaah Saat Umroh

Menurut Buya Henri, jamaah hendaknya membiasakan diri untuk saling menghormati, menjaga lisan, mengendalikan emosi, serta menaati arahan pembimbing dan petugas. Sikap tersebut akan menciptakan suasana perjalanan yang nyaman dan penuh kekeluargaan.

Ia juga mengingatkan jamaah agar tidak mudah mengeluh ketika menghadapi ujian dalam perjalanan. Sebab, setiap langkah menuju Baitullah merupakan bagian dari ibadah yang mengandung hikmah dan pahala apabila dijalani dengan ikhlas.

Pesan tersebut sejalan dengan firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 153:

“Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”

Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa kesabaran bukan hanya diperlukan dalam menghadapi ujian kehidupan sehari-hari, tetapi juga dalam menjalankan ibadah, termasuk ketika menunaikan umrah.

Sementara itu, Ustads. Abu Hamam lebih menitikberatkan penyampaian materi pada aspek fikih umrah. Ia menguraikan secara rinci mengenai syarat, rukun, wajib umrah, serta sunnah-sunnah yang dianjurkan selama berada di Tanah Suci.

Menurutnya, pemahaman terhadap syarat dan rukun umrah merupakan hal yang sangat mendasar karena berkaitan langsung dengan sah atau tidaknya ibadah yang dilaksanakan. Oleh sebab itu, setiap jamaah diharapkan memahami setiap tahapan ibadah, mulai dari niat dan ihram di miqat, pelaksanaan thawaf mengelilingi Ka’bah, sa’i antara Bukit Shafa dan Marwah, hingga tahallul sebagai penutup rangkaian umrah.

Selain itu, Ust. Abu Hamam juga menjelaskan berbagai larangan selama berihram beserta konsekuensi apabila larangan tersebut dilanggar. Penjelasan tersebut disampaikan secara sederhana sehingga mudah dipahami oleh seluruh peserta.

Sesi tanya jawab berlangsung hidup. Para jamaah memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengajukan berbagai pertanyaan yang sering muncul dalam praktik ibadah umrah, mulai dari tata cara pelaksanaan hingga berbagai kondisi yang mungkin dihadapi selama berada di Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi.

Baca Juga  Jamaah Mega Wisata Pulang Penuh Kerinduan, Membawa Nikmat Ramadhan

Suasana manasik berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Selain penyampaian materi, para jamaah juga mengikuti simulasi pelaksanaan ibadah sehingga memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai tata cara umrah sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ.

Melalui kegiatan ini, Mega Wisata berharap seluruh jamaah memiliki kesiapan yang menyeluruh, baik dari sisi ilmu, administrasi, fisik, maupun mental spiritual. Dengan pembekalan tersebut, jamaah diharapkan mampu menjalankan ibadah dengan tenang, tertib, dan khusyuk serta senantiasa menjaga nama baik rombongan selama berada di Tanah Suci.

Sebagai penutup, para pemateri mengajak seluruh jamaah untuk terus memperbaiki niat, memperbanyak doa, memperkuat ukhuwah, serta memohon kepada Allah SWT agar diberikan kemudahan dalam setiap tahapan perjalanan. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Ali ‘Imran ayat 97, “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu bagi orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah.”

Walaupun ayat tersebut berbicara tentang haji, para ulama menjelaskan bahwa kandungannya juga mengingatkan kaum Muslimin tentang kemuliaan safar menuju Baitullah sebagai perjalanan ibadah yang harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya.

Dengan bekal manasik yang komprehensif, Mega Wisata berharap seluruh jamaah dapat menunaikan ibadah umrah dengan benar sesuai syariat, menjaga kesabaran dan kebersamaan selama safar, serta kembali ke Tanah Air dengan membawa predikat umrah yang mabrurah, yang tercermin dalam akhlak yang semakin baik dan ketaatan yang semakin meningkat kepada Allah SWT.

Editor: Bang Bangun Lubis

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button