Mang Cek Raden Umrah

Mang Cek Raden Umrah
“Kalau ngejar diskon kuat muter mal berjam-jam. Sekarang Allah yang ngundang ke Baitullah, baru sa’i tujuh kali jangan ngeluh. Ingat, yang dikejar kini bukan diskon, tapi ampunan dan ridha Allah.”
Begitulah gaya khas Mang Cek Raden. Kelakarnya sederhana, membuat orang tersenyum, tetapi sarat makna.
Ibadah sa’i memang menguras tenaga. Jamaah berjalan bolak-balik tujuh kali antara Bukit Shafa dan Marwah sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT serta meneladani perjuangan Siti Hajar. Karena itu, setiap langkah bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan bagian dari ibadah yang bernilai pahala.
Lewat candaan tersebut, Mang Cek Raden mengingatkan bahwa manusia sering rela menghabiskan waktu dan tenaga demi urusan dunia. Berjam-jam berkeliling pusat perbelanjaan demi mendapatkan potongan harga terasa ringan. Namun ketika Allah memanggil menjadi tamu-Nya di Baitullah, jangan sampai muncul keluhan hanya karena harus berjalan beberapa kali dalam rangkaian ibadah.
“Yang kita kejar bukan diskon dunia, tetapi ampunan, rahmat, dan ridha Allah SWT.”
Senyum boleh mengembang, tawa boleh terdengar, tetapi hati tetap khusyuk. Sebab sebaik-baik perjalanan adalah perjalanan yang semakin mendekatkan diri kepada Allah.
