
MyMegawisata.com, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto resmi mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 15 Tahun 2025 tentang pembangunan Kampung Haji Indonesia di Kota Makkah, Arab Saudi.
Inpres ini ditandatangani pada 6 Agustus 2025 dan dipublikasikan melalui Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) Sekretariat Negara.

Dalam beleid tersebut, Presiden menekankan pentingnya peningkatan pelayanan jemaah haji dan umrah Indonesia.
“Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan jemaah haji dan umrah Indonesia serta memberikan kenyamanan dalam pelaksanaan ibadah, perlu dilakukan pembangunan Kampung Haji Indonesia di Makkah,” bunyi salah satu pertimbangan Inpres tersebut.
Instruksi kepada Kementerian dan Lembaga
Melalui Inpres ini, Presiden Prabowo memberi tugas kepada sejumlah kementerian dan lembaga, termasuk:
* Menteri Keuangan
* Menteri Luar Negeri
* Menteri Investasi dan Hilirisasi / Kepala BKPM
* Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji
* Kepala Badan Penyelenggara Haji
Mereka diminta menyusun perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan pembangunan Kampung Haji Indonesia, termasuk integrasi data serta koordinasi dengan otoritas Arab Saudi.

Target dan Perkembangan
Pemerintah menargetkan desain rancang bangun Kampung Haji akan diserahkan kepada otoritas Arab Saudi pada Oktober 2025. Selanjutnya, penawaran resmi terkait pembangunan, pembelian hotel, atau lahan di Makkah direncanakan pada 30 Oktober 2025.
Beberapa lokasi yang tengah diidentifikasi berada dalam radius 400 meter hingga 2,5 kilometer dari Masjidil Haram, dengan luas lahan bervariasi antara 16 hingga 80 hektar.
Harapan untuk Jemaah Indonesia
Proyek ini diharapkan menjadi kawasan terpadu yang menyediakan akomodasi, fasilitas kesehatan, konsumsi, transportasi, hingga ruang bagi UMKM Indonesia di Tanah Suci. Dengan adanya Kampung Haji, jemaah Indonesia bisa merasakan kenyamanan lebih, sekaligus mengurangi beban biaya dan risiko kesehatan.

Langkah ini disebut sebagai **visi besar Presiden Prabowo** untuk menghadirkan layanan haji dan umrah yang lebih manusiawi, modern, dan sesuai kebutuhan jutaan umat Islam Indonesia.
Editor: Bangun Lubis




