MOZAIK ISLAMUTAMA

Sudahkah Kita Membaca Al-Qur’an Hari Ini?

Akan Hampa Hidupmu Tanpa Membaca Al Quran

Bacalah AlQuran walau sekejap.

Sudahkah Kita Membaca Al-Qur’an Hari Ini? Kalau kita muslim harusnya, sisakan waktu satu dua menit pun jadi. Dari pada tidak sama sekali membaca Al Quran. Saudaraku, bacalah dan baca pula artinya. Nanti Allah akan beri hikmah untuk memahami makna setiap ayat kepada kita.

Oleh: Bangun Lubis – Wartawan Muslim

 

Al-Qur’an adalah kitab pedoman hidup umat Islam. Ia bukan sekadar bacaan ritual, bukan pula hanya dilantunkan dalam acara-acara seremonial.

Al-Qur’an adalah cahaya, petunjuk, dan kompas kehidupan bagi siapa pun yang ingin berjalan selamat di dunia dan akhirat.

Namun sebuah pertanyaan sederhana sering kali menggugah nurani kita:

**“Sudahkah kita membaca Al-Qur’an hari ini?”

Pertanyaan ini bukan untuk menghakimi siapa pun. Ia adalah **cermin bagi hati**. Sebab bisa jadi hari ini kita telah membaca banyak hal: berita politik, kabar artis, media sosial, pesan-pesan di WhatsApp, bahkan gosip yang tak ada manfaatnya. Tetapi mushaf Al-Qur’an justru tergeletak sunyi di sudut rumah, berdebu oleh waktu dan kelalaian kita.

Padahal Allah SWT telah menegaskan dalam firman-Nya:

“Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberi petunjuk kepada (jalan) yang paling lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin…” (QS. Al-Isra: 17:9)

Ayat ini menegaskan bahwa Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tetapi untuk dihidupi. Ia menuntun cara berpikir kita, cara bersikap kita, cara mencintai, cara bersabar, bahkan cara menghadapi luka dan kehilangan.

 

Al-Qur’an dan Kesibukan Zaman

Kita hidup di zaman yang sangat sibuk. Pagi berkejaran dengan pekerjaan, siang dipadati urusan, malam letih oleh dunia. Di sela-sela itu, kita merasa tidak punya waktu untuk membuka Al-Qur’an. Padahal sering kali, bukan waktu yang tidak ada, tetapi niat yang tertunda.

Baca Juga  Ikut Umroh dan Haji Bersama Mega Wisata,Terjamin

Ironisnya, berjam-jam kita sanggup menatap layar ponsel, tetapi untuk lima menit bersama Al-Qur’an terasa berat. Kita rajin mengisi memori gawai, tetapi lupa mengisi memori hati.

Rasulullah SAW telah mengingatkan:

“Bacalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya Al-Qur’an akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafa’at bagi para pembacanya.” (HR. Muslim)

Bayangkan saat hari kiamat kelak, ketika semua manusia sibuk memikirkan keselamatan dirinya. Saat itu, Al-Qur’an yang pernah kita baca—meski terbata-bata—akan berdiri memberi pembelaan untuk kita di hadapan Allah. Subhanallah… sebuah kehormatan yang luar biasa.

Satu Huruf, Sepuluh Kebaikan

Banyak di antara kita merasa belum pantas membaca Al-Qur’an karena bacaan masih terbata-bata. Padahal Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa membaca satu huruf dari Kitabullah, maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh.” (HR. Tirmidzi)

Perhatikan, yang dihitung bukan satu ayat, bukan satu kata, tetapi satu huruf. Betapa murahnya pahala dari Allah, dan betapa ruginya kita jika melewatkannya dengan sia-sia.

Jika hari ini kita belum membaca Al-Qur’an, jangan putus asa. Yang berbahaya bukan karena kita belum sempat membaca, tetapi saat kita tidak lagi merasa bersalah karena meninggalkannya.

 

Al-Qur’an yang Ditinggalkan

Rasulullah SAW pernah mengadu kepada Allah kelak di hari kiamat:

“Ya Rabb-ku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al-Qur’an ini sesuatu yang ditinggalkan.”*(QS. Al-Furqan: 25:30)

Baca Juga  Rampung Melaksanakan Umrah Privat Mega Wisata Sesuai Sunnah Rasulullah SAW

Ayat ini begitu menggetarkan. Meninggalkan Al-Qur’an bukan hanya berarti tidak membacanya, tetapi juga:

  • Tidak mentadabburinya,
  • Tidak mengamalkannya,
  •  Tidak menjadikannya rujukan dalam mengambil keputusan hidup.

Kita khawatir, jangan-jangan kita termasuk dalam golongan yang diadukan oleh Rasulullah itu.

Kembali Menyapa Al-Qur’an

Tidak ada kata terlambat untuk kembali. Hari ini pun masih terbuka kesempatan. Tidak harus langsung satu juz. Tidak harus lama. Satu ayat pun cukup sebagai langkah awal pulang. Bacalah, sedikit saja jadilah.

Bacalah Al-Qur’an:

  • Saat hati sedang tenang,
  •  Saat jiwa sedang gundah,
  • Saat hidup terasa sempit,
  • Saat rezeki terasa seret,
  •  Saat iman terasa lemah.

Sebab Al-Qur’an tidak hanya dibaca oleh orang-orang yang sudah baik, tetapi ia dibaca untuk menjadi baik.

 

Allah SWT berjanji: “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.” (QS. Ar-Ra’d: 13:28)

Dan salah satu cara terbaik mengingat Allah adalah dengan membaca firman-Nya.

Maka hari ini, sebelum malam menutup hari, mari bertanya pada diri sendiri dengan penuh kejujuran:

Sudahkah aku membaca Al-Qur’an hari ini?”

Jika sudah, semoga Allah menerimanya sebagai amal yang ikhlas.

Jika belum, semoga Allah memberi kita kekuatan untuk membuka mushaf sebelum mata terpejam.

Karena sejatinya, yang menjauh bukan Al-Qur’an, tetapi kita.

Dan Al-Qur’an selalu setia menunggu hamba-hamba yang rindu kembali kepada cahaya-Nya.

Semoga Allah menjadikan Al-Qur’an sebagai sahabat kita di dunia, penyejuk di kubur, dan penolong di akhirat.

Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button