Tiga Group Jamaah Mega Wisata Khusyuk Beribadah dan Menapaki Jejak Sejarah Rasulullah
Perjalanan ini bukan sekadar kunjungan spiritual, melainkan sebuah ikhtiar mendekatkan diri kepada Allah

Menapaki Jejak Iman di Tanah Suci: Tiga Group Jamaah Mega Wisata Khusyuk Beribadah dan Ziarah Sejarah

Mymegawisats.con – Tiga grup jamaah umrah Mega Wisata yang berangkat pada 15 Januari 2026 sebanyak dua grup dan 17 Januari 2026 satu grup, hingga kini masih berada di Tanah Suci menikmati suasana sakral Makkah Al-Mukarramah dan Madinah Al-Munawwarah.
Perjalanan ini bukan sekadar kunjungan spiritual, melainkan sebuah ikhtiar mendekatkan diri kepada Allah melalui ibadah yang tekun, khusyuk, dan penuh kesadaran ruhani.
Di Masjidil Haram, jamaah larut dalam kekhidmatan thawaf mengelilingi Ka’bah, memperbanyak shalat sunnah, dzikir, serta doa-doa yang dipanjatkan dengan harap dan tunduk.

Setiap langkah terasa bernilai ibadah, setiap tetes air mata menjadi pengakuan akan kelemahan diri di hadapan Sang Khalik. Allah SWT berfirman:
“Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah.” (QS. Al-Baqarah: 196)
Kekhusyukan serupa juga dirasakan saat jamaah berada di Masjid Nabawi, Madinah Al-Munawwarah. Di kota yang bercahaya ini, jamaah menunaikan shalat berjamaah, memperbanyak shalawat, serta menyampaikan salam kepada Rasulullah ﷺ di makam beliau. Madinah menghadirkan ketenangan batin yang mendalam, seolah mengajak setiap jamaah untuk memperbaiki niat, akhlak, dan arah hidup sepulang dari Tanah Suci.
Selama menjalani rangkaian ibadah, jamaah Mega Wisata dibimbing oleh tiga muthowwif, yaitu Ustadz Hamzah, Ustadz Anas, dan Ustadz Muhammad Farid. Ketiganya memberikan tuntunan manasik, doa, serta penguatan ruhiyah agar setiap ibadah dilaksanakan sesuai sunnah Rasulullah ﷺ dan tidak sekadar menjadi rutinitas fisik.

Selain ibadah ritual, jamaah juga mengikuti ziarah ke tempat-tempat bersejarah yang sarat makna perjuangan Islam.
Di Makkah, jamaah diajak mengenang peristiwa hijrah dengan mengunjungi kawasan Jabal Tsur, tempat Rasulullah ﷺ dan Abu Bakar Ash-Shiddiq bersembunyi dari kejaran kaum Quraisy. Jamaah juga mengunjungi Jabal Rahmah di Arafah, yang mengingatkan manusia pada asal-usul kemanusiaan serta makna taubat dan pengampunan Allah.
Di Madinah, jamaah mengunjungi Masjid Quba, masjid pertama yang dibangun dalam sejarah Islam. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa bersuci di rumahnya kemudian mendatangi Masjid Quba dan shalat di dalamnya, maka baginya pahala seperti pahala umrah.” (HR. Tirmidzi)
Perjalanan spiritual ini semakin lengkap dengan kunjungan ke Kota Thaif, sebuah kota yang menyimpan kisah duka sekaligus keteladanan agung Rasulullah ﷺ.

Di Thaif, Nabi Muhammad ﷺ pernah ditolak dan disakiti, namun beliau justru mendoakan kebaikan bagi penduduknya. Kisah ini menjadi pelajaran berharga tentang kesabaran, kelembutan, dan keteguhan iman dalam menghadapi ujian.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya Allah Maha Lembut dan mencintai kelembutan dalam segala urusan.” (HR. Muslim)
Selama perjalanan, jamaah juga didampingi oleh empat tour leader (TL) yang memastikan kelancaran dan kenyamanan ibadah. Untuk keberangkatan 15 Januari 2026, jamaah dipandu oleh Mas Saddam Husein dan Mbak Yuni Setiyaning.
Sementara jamaah yang berangkat pada 17 Januari 2026 didampingi oleh Ustadz Taslim dan Ustadz Nafiqurrahman.
Dengan bimbingan yang optimal dan pelayanan yang penuh keikhlasan, jamaah Mega Wisata dapat menjalani ibadah umrah dengan tenang, tertib, dan bermakna. Perjalanan ini diharapkan tidak hanya meninggalkan kenangan indah, tetapi juga membawa pulang perubahan hati—menjadi pribadi yang lebih sabar, bersyukur, dan dekat dengan Allah SWT.
Editor: Bangun Lubis




