Usai Menunaikan Umrah di Makkah, Jamaah Mega Wisata Lanjutkan Perjalanan Spiritual ke Madinah
Laporan : Bang Bangun Lubis

Usai Menunaikan Umrah di Makkah, Jamaah Mega Wisata Lanjutkan Perjalanan Spiritual ke Madinah
MyMegawisata.com, MADINAH– Setelah menyelesaikan rangkaian ibadah umrah di Kota Makkah Al-Mukarramah, jamaah Mega Wisata yang berangkat pada 26 Agustus 2026 kini melanjutkan perjalanan menuju Kota Madinah Al-Munawwarah.
Perjalanan dari Makkah menuju Madinah ditempuh menggunakan bus. Setelah beberapa hari menjalani rangkaian ibadah di Makkah, perjalanan menuju Madinah menjadi momentum tersendiri bagi jamaah. Bukan hanya berpindah dari satu kota ke kota lainnya, tetapi juga melanjutkan perjalanan untuk mengenang jejak kehidupan dan perjuangan Rasulullah ﷺ.
Di sepanjang perjalanan, jamaah dapat menikmati suasana perjalanan sembari mengenang kembali bagaimana dahulu Rasulullah ﷺ bersama para sahabat meninggalkan Makkah dalam rangka hijrah menuju Madinah. Hijrah tersebut kemudian menjadi salah satu tonggak terpenting dalam sejarah perkembangan Islam.
Setibanya di Madinah, jamaah tidak langsung melakukan berbagai aktivitas. Mereka terlebih dahulu diarahkan menuju hotel untuk beristirahat dan memulihkan kondisi setelah menempuh perjalanan menggunakan bus dari Makkah.
Direktur Utama Mega Wisata, Ibu Salwaty, mengatakan bahwa kenyamanan dan kondisi jamaah menjadi perhatian utama selama perjalanan.
“Sesampainya di Madinah, jamaah akan menuju hotel terlebih dahulu. Setelah itu beristirahat dan mempersiapkan diri untuk melanjutkan kegiatan ibadah, terutama salat di Masjid Nabawi,” ujar Ibu Salwaty.
Jamaah Mega Wisata dalam perjalanan tersebut didampingi Ustaz Anas sebagai mutawif. Turut mendampingi jamaah Ustaz Osa Maliki dan Ustaz Bangun Lubis, sedangkan jamaah muslimah mendapatkan pendampingan dari Ustazah Etta.
Selama berada di Madinah, jamaah akan mengikuti berbagai kegiatan ibadah dan ziarah yang telah dipersiapkan. Selain beribadah di Masjid Nabawi, jamaah juga akan mendapatkan penjelasan mengenai berbagai tempat bersejarah yang berkaitan dengan kehidupan Rasulullah ﷺ dan para sahabat.
Madinah memiliki tempat yang sangat istimewa dalam sejarah Islam. Kota ini menjadi tempat Rasulullah ﷺ berhijrah dan kemudian membangun kehidupan masyarakat Islam bersama kaum Muhajirin dan Anshar.
Allah SWT menggambarkan keutamaan kaum Anshar yang menerima saudara-saudara mereka dari Makkah dalam firman-Nya:
“Dan orang-orang yang telah menempati Kota Madinah dan telah beriman sebelum kedatangan mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka…”(QS. Al-Hasyr: 9)
Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa Madinah bukan hanya sebuah kota yang memiliki tempat-tempat bersejarah, tetapi juga kota yang menyimpan pelajaran besar tentang persaudaraan, pengorbanan dan kepedulian sesama Muslim.
Karena itu, jamaah diharapkan tidak hanya menikmati suasana Madinah secara fisik, tetapi juga mengambil hikmah dari sejarah yang ada di dalamnya.
Salah satu kegiatan yang paling dinantikan jamaah tentu adalah salat di Masjid Nabawi. Masjid yang menjadi salah satu masjid paling utama dalam Islam ini memiliki keutamaan yang sangat besar.
Rasulullah ﷺ bersabda: “Salat di masjidku ini lebih utama daripada seribu salat di masjid lainnya, kecuali Masjidil Haram.”(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis tersebut menjadi motivasi bagi jamaah untuk memanfaatkan kesempatan selama berada di Madinah dengan memperbanyak ibadah. Waktu yang ada diharapkan tidak berlalu begitu saja, tetapi diisi dengan salat, membaca Al-Qur’an, zikir, doa dan memperbanyak shalawat.
Pendampingan para pembimbing juga menjadi bagian penting agar jamaah dapat mengikuti seluruh agenda dengan baik. Ustaz Hanas sebagai mutawif akan memberikan arahan mengenai kegiatan dan sejarah tempat-tempat yang dikunjungi. Ustaz Osa Maliki dan Ustaz Bangun Lubis turut mendampingi jamaah, sementara Ustazah Etta memberikan perhatian kepada jamaah muslimah.
Bagi jamaah, perjalanan Makkah-Madinah menjadi rangkaian yang saling melengkapi. Makkah memberikan pengalaman tentang ibadah umrah, tawaf, sa’i dan penghambaan kepada Allah SWT. Sementara Madinah menghadirkan suasana yang lebih dekat dengan sejarah kehidupan Rasulullah ﷺ.
Ibu Salwaty berharap seluruh jamaah dapat menjaga kesehatan, kekompakan dan semangat beribadah hingga seluruh rangkaian perjalanan selesai.
“Semoga seluruh jamaah dapat menikmati perjalanan ini dengan sehat dan nyaman. Mudah-mudahan setiap ibadah yang dilakukan diterima Allah SWT dan perjalanan ini memberikan pengalaman spiritual yang berkesan setelah kembali ke Tanah Air,” katanya.
Dengan penuh rasa syukur, jamaah Mega Wisata kini memasuki fase berikutnya dalam perjalanan umrah. Dari Makkah menuju Madinah, setiap langkah diharapkan menjadi ibadah dan setiap waktu menjadi kesempatan untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Perjalanan ini bukan sekadar perjalanan wisata religi. Lebih dari itu, perjalanan tersebut menjadi kesempatan untuk belajar dari sejarah Rasulullah ﷺ, merasakan suasana kota Nabi, memperbanyak ibadah dan membawa pulang semangat hijrah dalam kehidupan sehari-hari.
Semoga perjalanan jamaah Mega Wisata di Madinah berjalan lancar, diberikan kesehatan, kekuatan dan kekhusyukan, serta seluruh rangkaian ibadahnya diterima oleh Allah SWT.




