HAJI

Menjelang Puncak Haji, Jamaah Khusus Mega Wisata Terus Dimatangkan Manasik dan Kesiapan Armuzna

Menjelang Puncak Haji, Jamaah Khusus Mega Wisata Terus Dimatangkan Manasik dan Kesiapan Armuzna

MyMegawisata.com, MAKKAH — Menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), suasana kekhusyukan dan keseriusan semakin terasa di tengah jamaah haji khusus PT Sriwijaya Mega Wisata.

Berbagai pembekalan, manasik, serta pengarahan teknis terus diberikan kepada jamaah agar seluruh rangkaian ibadah haji dapat dijalani dengan baik, tertib, dan penuh kekhusyukan.

Pembimbing ibadah jamaah Mega Wisata, Ustads Abu Hamzah, terus aktif memberikan bimbingan kepada jamaah mengenai tata cara pelaksanaan ibadah haji, mulai dari rukun, wajib haji, hingga berbagai teknis perjalanan menuju Armuzna yang akan dilaksanakan dalam dua hari ke depan.

Dalam berbagai kesempatan, beliau mengingatkan jamaah agar menjaga kesehatan, memperbanyak ibadah, serta menjaga niat agar seluruh perjalanan haji benar-benar dilakukan semata-mata karena Allah SWT.

“Perjalanan menuju Armuzna adalah perjalanan yang sangat agung. Di sana jamaah akan menghadapi ujian fisik, kesabaran, dan keikhlasan. Karena itu, sejak sekarang hati harus disiapkan, fisik dijaga, dan ibadah diperbanyak,” ujar beliau di hadapan jamaah.

Selain memberikan materi manasik, Ustads Abu Hamzah juga menjelaskan secara rinci berbagai teknis pelaksanaan selama berada di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Jamaah diingatkan untuk memahami alur keberangkatan, jadwal perpindahan, penggunaan identitas jamaah, hingga tata cara menjaga keselamatan dan kebersamaan dalam rombongan.

Baca Juga  Ternyata Tidak Mudah Juga Naik Haji Bagi Warga Makkah - Madinah

Menurutnya, pemahaman teknis sangat penting agar jamaah tidak mengalami kebingungan di lapangan, mengingat jutaan umat Islam dari berbagai negara akan berkumpul dalam waktu bersamaan di lokasi yang sama.

“Kita ingin jamaah bukan hanya sah hajinya, tetapi juga nyaman dan tenang dalam menjalani seluruh proses ibadah. Karena itu semua harus dipahami sejak awal,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Sriwijaya Mega Wisata, Ibu Salwati, turut menyampaikan pesan kepada seluruh jamaah agar tetap istiqomah dalam menjaga ibadah dan mematuhi seluruh ketentuan yang telah diajarkan para pembimbing.

Ia mengingatkan bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan hati dan ruhani yang membutuhkan kesungguhan, kesabaran, dan keikhlasan.

“Insya Allah kita semua adalah tamu Allah. Karena itu mari menjaga hati, menjaga ibadah, serta melaksanakan seluruh syarat dan rukun haji dengan sebaik-baiknya,” ujar Ibu Salwati.

Ia juga meminta jamaah untuk terus memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur’an, memperbanyak talbiyah, dan menjaga sikap selama berada di Tanah Suci.

Menurutnya, kesempatan menunaikan ibadah haji adalah nikmat besar yang tidak semua orang mendapatkannya. Karena itu setiap waktu di Tanah Suci hendaknya diisi dengan amal ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Di sela-sela persiapan menuju Armuzna, jamaah Mega Wisata juga tetap melaksanakan berbagai ibadah di Masjidil Haram. Sebagian jamaah terlihat melaksanakan tawaf sunnah, memperbanyak shalat berjamaah, membaca Al-Qur’an, dan berdoa di berbagai tempat mustajab di sekitar Masjidil Haram.

Baca Juga  Sa'i yang Dilakukan Siti Hajar, Sebagai Bentuk Usaha dan Zhikrullah

Namun demikian, pembimbing juga mengingatkan jamaah untuk menjaga kondisi fisik dan tidak memaksakan diri. Istirahat yang cukup menjadi bagian penting dalam persiapan menghadapi puncak ibadah haji yang memerlukan tenaga dan stamina prima.

Suasana kekeluargaan dan kebersamaan juga sangat terasa di antara jamaah Mega Wisata. Para jamaah saling membantu, saling mengingatkan, dan terus menjaga semangat ibadah selama berada di Tanah Suci.

Bagi banyak jamaah, perjalanan haji kali ini bukan hanya tentang memenuhi panggilan Allah, tetapi juga menjadi perjalanan spiritual yang penuh haru dan penghayatan mendalam. Tidak sedikit jamaah yang tampak meneteskan air mata ketika mengikuti manasik dan mendengarkan nasihat para pembimbing.

Puncak ibadah haji sendiri akan segera dimulai dengan keberangkatan jamaah menuju Padang Arafah untuk melaksanakan wukuf, yang menjadi inti dari ibadah haji. Setelah itu jamaah akan bergerak menuju Muzdalifah dan Mina untuk melaksanakan rangkaian ibadah lainnya, termasuk mabit dan lempar jumrah.

Seluruh jamaah Mega Wisata diharapkan dapat menjalani seluruh proses ibadah dengan lancar, sehat, dan kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur.

“Semoga Allah memberikan kemudahan, kesehatan, dan kekuatan kepada seluruh jamaah dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji tahun ini,” tutup Ibu Salwati.

@bangbangunlubis

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button