MOZAIK ISLAM

BAZNAS Kota Palembang dan SLB Negeri Pembina Gelar Pelatihan Bahasa Isyarat Al-Qur’an, Tingkatkan Dakwah Inklusif bagi Penyandang Tunarungu

Mega Wisata Ambil Bagian Pada Acara ini

BAZNAS Kota Palembang dan SLB Negeri Pembina Gelar Pelatihan Bahasa Isyarat Al-Qur’an, Tingkatkan Dakwah Inklusif bagi Penyandang Tunarungu

 

MyMegawisata.com – Upaya menghadirkan dakwah Islam yang inklusif terus dilakukan oleh berbagai lembaga di Indonesia.

Salah satunya diwujudkan melalui Pelatihan Bahasa Isyarat Al-Qur’an yang diselenggarakan oleh BAZNAS Kota Palembang bekerja sama dengan SLB Negeri Pembina Palembang.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 24 hingga 26 Juli 2026, ini digelar di Duta Syariah Hotel Palembang dan diikuti oleh guru-guru SLB, relawan dakwah tuli, serta sejumlah peserta dari berbagai lembaga.

Pelatihan tersebut menghadirkan tiga pemateri dari Pondok Pesantren Darul Ashom Yogyakarta, sebuah pesantren yang dikenal fokus mengembangkan pendidikan Islam bagi penyandang tunarungu. Mereka adalah Ust. Dr. Bayu Pamungkas, M.Pd, KH. Abu Kahfi, dan Ust. M. Nabil Zafier Abizar. Kehadiran para narasumber memberikan wawasan sekaligus pengalaman praktis kepada peserta mengenai metode pembelajaran Al-Qur’an menggunakan bahasa isyarat.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta memperoleh materi yang disusun secara bertahap agar mudah dipahami dan dapat langsung diterapkan. Pada hari pertama, peserta dikenalkan dengan huruf-huruf hijaiyah beserta metode pembelajaran bahasa isyarat Al-Qur’an. Para pemateri menjelaskan teknik penyampaian yang sederhana namun efektif sehingga dapat diterima dengan baik oleh anak-anak penyandang tunarungu.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Para peserta tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga mempraktikkan langsung setiap gerakan bahasa isyarat untuk mengenalkan huruf hijaiyah. Antusiasme tampak dari guru-guru SLB maupun relawan dakwah yang ingin memperdalam kemampuan mereka dalam mendampingi anak-anak tuli mempelajari Al-Qur’an.

Memasuki hari kedua, pelatihan lebih menitikberatkan pada praktik mengajar secara langsung kepada anak-anak tunarungu. Peserta dibimbing menyambungkan huruf-huruf hijaiyah hingga membentuk bacaan yang benar, kemudian dilanjutkan dengan pembelajaran Surat Al-Fatihah menggunakan bahasa isyarat. Sesi ini menjadi pengalaman berharga karena peserta dapat melihat secara langsung bagaimana metode tersebut diterapkan dalam proses belajar mengajar.

Baca Juga  Ilmu Mata Hati Pengetahuan, Kejarlah Walau Sampai Tua

Pada hari ketiga, materi difokuskan pada fikih ibadah. Para pemateri menjelaskan tata cara bersuci, mulai dari wudhu, mandi besar, hingga tayamum. Selain itu, peserta juga mendapatkan pembelajaran mengenai tata cara pelaksanaan shalat yang benar disertai praktik gerakan shalat menggunakan pendekatan bahasa isyarat. Materi tersebut diharapkan mampu membantu guru dan relawan menyampaikan ajaran Islam secara lebih mudah dipahami oleh penyandang tunarungu.

Salah satu pemateri, Ust. M. Nabil Zafier Abizar, yang juga merupakan penyandang tunarungu dan hafiz Al-Qur’an, memberikan motivasi kepada peserta agar tidak pernah memandang keterbatasan sebagai penghalang dalam menuntut ilmu agama. Kehadirannya menjadi inspirasi bahwa dengan metode pembelajaran yang tepat, penyandang disabilitas juga mampu menghafal Al-Qur’an dan memahami ajaran Islam dengan baik.

Selain guru SLB dan relawan dakwah tuli, pelatihan ini juga diikuti oleh perwakilan Mega Wisata Tour & Travel, yaitu Ustads Asep Suhendar, Fardiansyah, dan Akhi Ghibi. Keikutsertaan mereka menunjukkan kepedulian dunia usaha terhadap pengembangan dakwah yang ramah bagi penyandang disabilitas. Diharapkan ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam pelayanan kepada jamaah, khususnya penyandang tunarungu yang akan mengikuti perjalanan ibadah umrah maupun haji.

Baca Juga  Puasamu yang Ikhlas, akan Meningkatkan Derajat Kemuliaan Dirimu

Pelatihan ini menjadi bukti bahwa dakwah Islam harus dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang kondisi fisik maupun keterbatasan yang dimiliki. Kolaborasi antara BAZNAS Kota Palembang, SLB Negeri Pembina Palembang, dan Pondok Pesantren Darul Ashom Yogyakarta diharapkan menjadi langkah awal dalam memperluas pendidikan Al-Qur’an berbasis bahasa isyarat di Sumatera Selatan.

Allah SWT berfirman:”Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang lebih baik.”(QS. An-Nahl: 125).

Ayat tersebut menjadi landasan bahwa dakwah harus dilakukan dengan hikmah, penuh kasih sayang, dan disesuaikan dengan kondisi orang yang menerimanya. Bagi penyandang tunarungu, bahasa isyarat menjadi jembatan penting agar mereka dapat memahami ajaran Islam secara benar dan mendalam.

Melalui pelatihan ini, diharapkan semakin banyak guru, relawan, dan lembaga yang memiliki kemampuan mengajarkan Al-Qur’an kepada penyandang tunarungu. Dengan demikian, semangat mewujudkan dakwah yang inklusif dan memberikan kesempatan yang sama kepada setiap muslim untuk mempelajari agamanya dapat terus berkembang di Indonesia.

@bangbangunlubis

 

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button