TOUR'S & TRAVEL

Safar Umrah, Perjalanan yang Begitu Membahagiakan

Perjalanan tersebut sesungguhnya merupakan karunia yang sangat besar dan patut disyukuri

Safar Umrah, Perjalanan yang Begitu Membahagiakan

Oleh: Bangun Lubis

Perjalanan umrah bukan sekadar perjalanan dari satu negeri ke negeri yang lain. Ia adalah safar menuju rumah Allah, sebuah perjalanan yang membawa hati mendekat kepada Sang Pencipta. Karena itu, bagi seorang Muslim yang memperoleh kesempatan menunaikan umrah, perjalanan tersebut sesungguhnya merupakan karunia yang sangat besar dan patut disyukuri.

Ada kebahagiaan yang sulit dijelaskan dengan kata-kata ketika seseorang mulai mempersiapkan diri menuju Tanah Suci. Koper mungkin hanya berisi pakaian ihram, perlengkapan ibadah dan kebutuhan sehari-hari. Namun hati membawa sesuatu yang jauh lebih besar: kerinduan kepada Baitullah, keinginan berdoa di tempat-tempat mulia, serta harapan agar Allah menerima seluruh amal ibadah.

Allah SWT berfirman:“Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah.”(QS. Al-Baqarah: 196)

Ayat ini mengingatkan bahwa perjalanan umrah pada hakikatnya adalah perjalanan yang diniatkan **karena Allah**. Bukan sekadar mencari pengalaman, bukan pula untuk menunjukkan bahwa seseorang telah sampai ke Tanah Suci. Nilai utama perjalanan itu terletak pada niat, keikhlasan dan ketundukan kepada Allah SWT.

Karena itu, sejak keluar dari rumah, seorang jamaah sebenarnya sedang belajar meninggalkan berbagai kesibukan dunia. Ia meninggalkan rumah, pekerjaan, keluarga dan rutinitas untuk sementara waktu. Ia mengenakan pakaian ihram yang sederhana. Tidak ada perbedaan yang mencolok antara orang kaya dan orang biasa. Semua berdiri sebagai hamba Allah.

Di situlah salah satu keindahan safar umrah.

Perjalanan yang panjang, menunggu di bandara, berada di dalam pesawat, menempuh perjalanan darat menuju Makkah atau Madinah, bahkan rasa lelah yang muncul, semuanya dapat berubah menjadi kebahagiaan ketika hati memahami bahwa perjalanan itu dilakukan untuk beribadah.

Baca Juga  Hari Ini Jalan-Jalan Kota Makkah, Melihat Dari Dekat Sejarah Islam

Bahkan rasa lelah pun menjadi bagian dari kenangan yang indah.

Ketika mata pertama kali memandang Ka’bah, banyak jamaah yang tidak mampu menahan air mata. Ada yang terdiam. Ada yang berdoa dalam hati. Ada pula yang hanya mengucapkan kalimat syukur. Setelah perjalanan panjang, akhirnya tempat yang selama ini hanya dilihat melalui gambar dan cerita berada tepat di depan mata.

Baitullah bukan hanya sebuah bangunan yang dipandang oleh mata, tetapi menjadi tempat hati mengingat kebesaran Allah.

Kemudian jamaah melaksanakan tawaf. Tujuh putaran mengelilingi Ka’bah mengajarkan bahwa kehidupan seorang Muslim seharusnya berpusat kepada Allah. Setelah itu, sa’i antara Shafa dan Marwah mengingatkan kita kepada perjuangan Siti Hajar ketika mencari air untuk putranya, Nabi Ismail AS.

Dari perjalanan Siti Hajar, kita belajar bahwa ikhtiar tidak boleh berhenti. Tawakal bukan berarti pasrah tanpa usaha. Seorang hamba harus berusaha, kemudian menyerahkan hasilnya kepada Allah.

Safar umrah juga mengajarkan sabar. Sabar dalam perjalanan, sabar menghadapi perbedaan karakter jamaah, sabar dalam antrean, sabar ketika tubuh lelah, dan sabar menjaga lisan serta perilaku.

Justru di situlah pendidikan spiritual berlangsung.

Umrah bukan hanya tentang sampai di Tanah Suci. Umrah adalah proses membersihkan hati, memperbaiki diri dan memperbarui komitmen kepada Allah.

Ketika akhirnya tiba waktu pulang, ada perasaan yang berbeda. Tubuh mungkin kembali ke rumah, tetapi hati seakan masih tertinggal di depan Ka’bah. Ada kerinduan yang sulit diterangkan. Kerinduan untuk kembali menjadi tamu Allah.

Baca Juga  Lagi Digemari, Umroh Sekaligus Mengunjungi Negeri Islam Turky

Maka, berbahagialah orang yang mendapatkan kesempatan melakukan safar umrah. Nikmatilah setiap langkahnya dengan syukur. Jangan hanya mengejar foto dan kenangan perjalanan, tetapi bawalah pulang perubahan diri.

Sebab perjalanan umrah yang paling indah bukan hanya perjalanan yang membuat kita sampai ke Makkah dan Madinah. Perjalanan yang paling indah adalah perjalanan yang membuat kita lebih dekat kepada Allah, lebih lembut kepada sesama, lebih sabar menghadapi kehidupan dan lebih istiqamah dalam beribadah setelah kembali ke tanah air. Itulah safar umrah.

Sebuah perjalanan yang melelahkan tubuh, tetapi membahagiakan hati. Sebuah perjalanan yang mungkin hanya berlangsung beberapa hari, tetapi insyaallah meninggalkan pelajaran dan kenangan yang panjang sepanjang kehidupan.

Bersafar ke Tanah Suci Bersama Mega Wisata

PT Sriwijaya Mega Wisata hadir mendampingi perjalanan ibadah Anda menuju Tanah Suci dengan semangat memberikan perjalanan yang aman, nyaman dan berkesan.

Mega Wisata — Nilai Lebih Perjalanan Anda.

📍 Kantor Palembang

Jl. Jenderal Sudirman No. 75, Palembang

☎️ Telepon: 0711 317000

📱 WhatsApp: 0812 9159 2888 / 0821 7574 2888

🌐 Website: mymegawisata.com

Mari wujudkan kerinduan ke Baitullah.

Bersama Mega Wisata, safar ibadah menjadi perjalanan yang aman, nyaman dan berkesan.

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button