Mega Wisata Gelar Manasik Tiga Kelompok, Ratusan Jamaah Dibekali Ilmu dan Teknis Umrah
Menurutnya, jamaah perlu mendapatkan ilmu keagamaan sekaligus pemahaman teknis perjalanan agar dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan tertib.

Mega Wisata Gelar Manasik Tiga Kelompok, Ratusan Jamaah Dibekali Ilmu dan Teknis Umrah

PALEMBANG — PT Sriwijaya Mega Wisata kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah dengan melaksanakan manasik umrah bagi tiga kelompok jamaah yang dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada Oktober 2026.
Kegiatan manasik ini diikuti ratusan jamaah yang akan diberangkatkan menggunakan penerbangan Lion Air pada 22 dan 28 Oktober 2026. Pembekalan tersebut menjadi bagian penting sebelum jamaah menjalani perjalanan ibadah ke Makkah dan Madinah.
Direktur Utama PT Sriwijaya Mega Wisata, Ibu Salwaty, mengatakan manasik bukan sekadar kegiatan seremonial sebelum keberangkatan. Menurutnya, jamaah perlu mendapatkan ilmu keagamaan sekaligus pemahaman teknis perjalanan agar dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan tertib.
“Manasik ini sangat penting dilakukan sebelum jamaah berangkat. Kami ingin jamaah memiliki bekal ilmu, memahami tata cara ibadah dan mengetahui berbagai hal teknis selama perjalanan. Dengan persiapan yang baik, insya Allah jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang dan terhindar dari berbagai persoalan yang sebenarnya bisa diantisipasi sejak awal,” ujar Salwaty.
Dalam kegiatan tersebut, Manajer Pengembangan Mega Wisata, Buya RM Henri Rivai, menyampaikan materi mengenai teknis perjalanan. Penjelasan dimulai dari persiapan sebelum keberangkatan, prosedur di bandara, selama berada di dalam pesawat, hingga proses perjalanan ketika tiba di Arab Saudi.
Jamaah juga diberikan pemahaman mengenai teknis selama berada di Makkah dan Madinah, termasuk koordinasi dalam rombongan, penggunaan fasilitas, hingga persiapan kepulangan ke Indonesia. Pembekalan tersebut dimaksudkan agar jamaah memahami tahapan perjalanan sehingga dapat mengurangi kemungkinan terjadinya kendala teknis.
Selain aspek perjalanan, Ustadz Abu Hamzah*, selaku pimpinan manasik Mega Wisata, memberikan materi mengenai tata cara pelaksanaan umrah sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Jamaah dibimbing mengenai niat, ihram, tawaf, sa’i, tahallul serta berbagai hal yang berkaitan dengan adab selama berada di Tanah Suci.
Semangat untuk mempersiapkan diri sebelum melaksanakan ibadah sejalan dengan firman Allah SWT dalam . QS Al-Baqarah ayat 197.
“Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa.”
Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan menuju Baitullah tidak hanya membutuhkan persiapan fisik dan perlengkapan, tetapi juga bekal ilmu dan ketakwaan. Karena itu, manasik menjadi kesempatan bagi jamaah untuk memahami ibadah sekaligus mempersiapkan mental menghadapi perjalanan yang membutuhkan kesabaran.
Dalam hadis, Rasulullah SAW juga bersabda: “Ambillah dariku tata cara manasik kalian.”(HR. Muslim)
Hadis tersebut menjadi dasar penting dalam pembelajaran manasik, yakni bahwa tata cara ibadah haji dan umrah perlu dipelajari berdasarkan tuntunan Rasulullah SAW.
Sementara itu, Ustadz Nasiruddin, yang juga merupakan tour leader Mega Wisata, memberikan penjelasan mengenai berbagai kebutuhan jamaah selama berada di Tanah Suci. Sebagai tour leader, ia menjelaskan pentingnya kedisiplinan mengikuti arahan rombongan, menjaga komunikasi serta memperhatikan kondisi lingkungan selama perjalanan.
Dari sisi kesehatan, jamaah juga memperoleh pembekalan dari dr. Yulius Pitora. Materi kesehatan mencakup persiapan sebelum keberangkatan, menjaga kondisi tubuh selama penerbangan, menghadapi perubahan cuaca dan aktivitas fisik di Makkah maupun Madinah hingga persiapan perjalanan kembali ke Indonesia.
Salwaty menegaskan, Mega Wisata ingin setiap jamaah berangkat bukan hanya dengan koper dan perlengkapan perjalanan, tetapi juga dengan bekal ilmu yang memadai.
“Kita ingin jamaah berangkat dalam keadaan siap. Siap secara ibadah, siap secara fisik dan siap memahami teknis perjalanan. Harapannya, selama di Tanah Suci jamaah bisa lebih fokus beribadah, menjaga kesehatan dan mengikuti seluruh rangkaian perjalanan dengan baik,” katanya.
Pelaksanaan manasik tiga kelompok sekaligus ini menjadi bagian dari kesiapan Mega Wisata menyambut keberangkatan ratusan jamaah pada Oktober. Dengan keterlibatan pembimbing ibadah, manajemen, tour leader dan tenaga kesehatan, seluruh jamaah diharapkan memperoleh pendampingan sejak sebelum berangkat hingga kembali ke Palembang.
Bagi Mega Wisata, pelayanan perjalanan umrah bukan hanya mengantarkan jamaah sampai ke Tanah Suci. Lebih dari itu, perusahaan berupaya memberikan ilmu, pendampingan dan pelayanan agar perjalanan ibadah berlangsung aman, nyaman dan berkesan.
Dengan bekal ilmu, kesabaran dan ketakwaan, jamaah diharapkan dapat menjalankan ibadah umrah dengan penuh kekhusyukan serta memperoleh perjalanan yang menjadi pengalaman spiritual yang mendalam.
Editor: Bang Bangun




