NEWSUTAMA

Madinah: Kota Damai yang Menenangkan Hati

Kami Menangis Meninggalkan Tanah Suci. Rindu Kembali Hadir

MyMegawisata.com – Madinah al-Munawwarah, kota bercahaya, bukan hanya saksi sejarah perjuangan Rasulullah ﷺ, tetapi juga anugerah Allah bagi umat Islam hingga hari ini.

Siapapun yang pernah menginjakkan kaki di tanahnya akan merasakan kedamaian yang sulit ditemukan di tempat lain. Udara yang menyejukkan hati, keramahan penduduknya, dan suasana religius yang begitu kental menjadikan Madinah sebagai rumah bagi jiwa-jiwa yang mencari ketenangan.

Allah ﷻ berfirman tentang keutamaan kota ini:“Dan (ingatlah) ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman…”(QS. Al-Baqarah: 125)

Ayat ini, meski merujuk pada Makkah, para ulama menafsirkan bahwa keamanan dan kedamaian juga berlaku bagi Madinah. Bahkan Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya Ibrahim menjadikan Makkah sebagai tanah haram, dan aku menjadikan Madinah sebagai tanah haram sebagaimana Ibrahim menjadikan Makkah sebagai tanah haram.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Karena itulah, Madinah bukan sekadar kota biasa, tetapi tanah haram yang diberkahi.

Masjid Nabawi dan Raudhah: Taman Surga 

Rasulullah ﷺ bersabda: “Di antara rumahku dan mimbarku adalah taman di antara taman-taman surga, dan mimbarku di atas telagaku.”(HR. Bukhari dan Muslim)

Inilah Raudhah, tempat di mana doa-doa dilangitkan. Banyak jamaah menuturkan bahwa berada di sana membuat hati mereka luluh, air mata tak tertahan, dan lidah lirih berdoa.

Baca Juga  Lebih 2.000 Orang Berangkat Umroh Dari Sumsel Tiap Bulan

Bapak Asep Suhendar, Pembimbing Mega Wisata, berkata dengan suara bergetar: “Saat saya masuk ke Raudhah, dada ini bergetar hebat. Air mata tak bisa dibendung. Seolah-olah doa-doa yang selama ini terpendam langsung menemukan jalannya menuju langit. Inilah momen yang tidak akan saya lupakan seumur hidup.”

Kedekatan dengan Rasulullah ﷺ

Ibu Veronika menceritakan pengalamannya ketika berziarah di makam Rasulullah ﷺ: “Saya tidak menyangka bisa berada begitu dekat dengan makam Nabi yang mulia. Ada rasa rindu yang tak bisa dijelaskan, rasa cinta yang begitu dalam. Ditambah keramahan orang Madinah yang begitu tulus, membuat hati saya semakin damai.”

Ibnul Qayyim al-Jauziyyah menuliskan dalam *Zad al-Ma’ad* bahwa berziarah ke makam Rasulullah ﷺ adalah salah satu amal yang menghidupkan hati, menumbuhkan rasa cinta, dan mengingatkan umat pada teladan agung beliau.

 

Ukhuwah dan Kasih Sayang di Kota Nabi

Sejak zaman Rasulullah ﷺ, Madinah adalah simbol ukhuwah. Kaum Anshar menyambut Muhajirin dari Makkah dengan dada lapang. Allah ﷻ memuji mereka dalam Al-Qur’an:

“Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshar), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin), dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin) atas diri mereka sendiri sekalipun mereka dalam kesusahan…”(QS. Al-Hasyr: 9)

Baca Juga  Jamaah Mega Wisata Keberangkatan 7 Februari 2026 Tuntaskan Seluruh Rangkaian Ibadah Umrah dengan Khusyuk

Inilah akhlak Madinah: persaudaraan, keikhlasan, dan cinta tanpa pamrih.

Suara Jamaah Mega Wisata

Bunda Mariska dan Bunda Dian menuturkan, “Kami sebagai tamu Allah di kota Madinah, sudah berada di sini tiga hari sebagai bagian dari rangkaian umroh bersama Mega Wisata. Tanggal 21 nanti, insyaAllah kami akan pulang ke tanah air setelah sembilan hari di tanah suci. Rasanya syukur ini tidak ada habisnya.”

Kehadiran di Madinah membuat setiap jamaah merasa dipeluk oleh kasih sayang Allah. Hati yang sebelumnya gelisah kini menjadi tenteram.

Madinah, Kota yang Memeluk Jiwa

Tidaklah berlebihan jika dikatakan Madinah adalah kota yang memeluk setiap jiwa yang datang.

Seperti yang dikatakan Imam Nawawi, “Madinah adalah kota yang dipilih Allah untuk Nabi-Nya, sebagai tempat hijrah, wafat, dan kubur beliau. Maka kecintaan pada Madinah adalah bagian dari iman.”

Madinah bukan hanya kota sejarah. Ia adalah kota ibadah, kota doa, kota ukhuwah. Siapapun yang datang ke sana akan membawa pulang oleh-oleh tak ternilai: ketenangan hati, kenangan indah, dan semangat untuk menebar kedamaian di mana pun berada.

Editor: Bangun Lubis

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button