Dari Raja Ticketing hingga Wisata Halal, Umi Salwaty Membawa Mega Wisata Menembus Zaman
Mega Wisata: Sebuah reputasi yang lahir dari pengalaman panjang dan jaringan yang dibangun secara bertahap.

Dari Raja Ticketing hingga Wisata Halal, Umi Salwaty Membawa Mega Wisata Menembus Zaman
Oleh: Bang Bangun Lubis
Barangkali hampir semua orang yang telah lama berkecimpung dalam dunia pariwisata dan perjalanan di Sumatera Selatan mengenal sosok Umi Salwaty. Puluhan tahun kehidupannya tidak dapat dipisahkan dari dinamika dunia travel, ticketing, penerbangan, pariwisata hingga perjalanan ibadah.

Di lingkungan perusahaan, perempuan ini justru lebih akrab dipanggil “Umi”, sebuah sapaan sederhana yang menggambarkan kedekatan dirinya dengan para karyawan dan tim yang selama bertahun-tahun menjadi bagian dari perjalanan Mega Wisata.
Nama Umi Salwaty kemudian menjadi salah satu sosok penting dalam perjalanan PT Sriwijaya Mega Wisata, perusahaan yang menaungi Mega Wisata dan telah lama dikenal masyarakat Sumatera Selatan serta Bangka dalam berbagai layanan perjalanan.
Perjalanan Mega Wisata bukanlah cerita yang muncul dalam waktu singkat. Sekitar 1996-an, perusahaan ini mulai semakin dikenal dan memperlihatkan kekuatannya dalam dunia travel, terutama bisnis ticketing yang pada masa itu menjadi salah satu bidang penting dalam industri perjalanan. Ketika teknologi digital belum berkembang seperti sekarang dan masyarakat masih sangat bergantung pada kantor travel untuk memperoleh tiket pesawat, bisnis ticketing membutuhkan jaringan luas, ketelitian, kecepatan pelayanan serta kepercayaan.
Mega Wisata berada dalam lingkungan bisnis tersebut dan berkembang menjadi salah satu pemain besar di wilayah Sumatera Selatan dan Bangka. Bahkan pada masanya, Mega Wisata dikenal sebagai salah satu “raja ticketing” di kawasan ini, sebuah reputasi yang lahir dari pengalaman panjang dan jaringan yang dibangun secara bertahap.
Waktu kemudian mengubah wajah industri perjalanan. Teknologi digital membuat masyarakat dapat membeli tiket pesawat, memilih hotel dan menyusun perjalanan hanya melalui telepon genggam. Persaingan menjadi semakin terbuka dan perusahaan travel tidak lagi cukup hanya mengandalkan kemampuan menjual tiket.
Dalam situasi seperti itu, pengalaman panjang menjadi modal penting bagi Mega Wisata untuk terus bergerak. Perusahaan mulai memperluas bidang usaha dan tidak berhenti pada ticketing. Dalam dua dekade terakhir, Mega Wisata semakin mengembangkan perjalanan wisata domestik dan internasional, sekaligus memperkuat layanan perjalanan ibadah, khususnya umrah.
Perubahan tersebut menunjukkan kemampuan perusahaan dalam membaca kebutuhan masyarakat dan menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan pengalaman yang telah dibangun selama puluhan tahun.
Umrah kemudian menjadi salah satu bidang penting dalam perjalanan Mega Wisata. Namun bagi Umi Salwaty, perjalanan menuju Tanah Suci tidak harus berhenti ketika jamaah selesai melaksanakan ibadah umrah. Ada sejarah Islam yang dapat dipelajari, ada jejak peradaban yang dapat dikenali, ada budaya yang dapat dipahami dan ada pengalaman perjalanan yang dapat menjadi bagian dari kenangan jamaah. Dari pemikiran tersebut kemudian berkembang berbagai program umrah plus dengan destinasi seperti Turki, Cordova, Palestina, Abu Dhabi dan kawasan lainnya.
Perjalanan ibadah dipadukan dengan perjalanan sejarah dan budaya sehingga jamaah tidak hanya memperoleh pengalaman spiritual, tetapi juga kesempatan mengenal lebih jauh berbagai wilayah yang memiliki kaitan dengan perjalanan panjang peradaban Islam.
Dari perjalanan umrah plus tersebut, Mega Wisata kemudian semakin mengembangkan konsep wisata halal. Berbagai destinasi di Asia menjadi bagian dari perhatian, mulai dari China, Thailand, Vietnam, Jepang, Malaysia hingga Turki.
Perjalanan wisata halal ke berbagai kawasan Eropa juga dikembangkan sesuai kebutuhan pasar. Konsepnya bukan sekadar membawa seseorang dari satu negara ke negara lain, tetapi menghadirkan perjalanan yang mempertemukan wisata, budaya, sejarah, kuliner, pendidikan dan nilai-nilai keislaman. Perubahan tersebut memperlihatkan bagaimana Mega Wisata berusaha memahami bahwa masyarakat modern tidak hanya mencari destinasi, tetapi juga pengalaman perjalanan yang sesuai dengan kebutuhan dan nilai yang mereka yakini.
Salah satu karakter Umi Salwaty yang menarik adalah keberaniannya mencoba gagasan baru. Ia tidak mudah puas dengan pola bisnis yang sudah berjalan dan cenderung melihat kebutuhan masyarakat sebagai peluang untuk menciptakan program baru. Tidak semua gagasan tentu mudah dilaksanakan karena dunia perjalanan selalu membutuhkan perhitungan yang matang, jaringan yang kuat dan kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan. Namun bagi Umi, sebuah gagasan dapat diuji, dievaluasi dan diperbaiki.
Sikap untuk terus mencoba itulah yang membuat perjalanan Mega Wisata tidak berhenti pada satu bentuk usaha. Dari ticketing berkembang menjadi travel, dari wisata berkembang menjadi wisata halal, dan dari perjalanan wisata berkembang menjadi perjalanan ibadah dengan berbagai program yang semakin beragam.
Pengalaman panjang di dunia ticketing juga menjadi modal penting ketika Mega Wisata mulai mengelola perjalanan kelompok dalam jumlah besar. Ticketing bukan sekadar menjual tiket pesawat, tetapi membutuhkan kemampuan membangun jaringan, membaca kebutuhan pasar, menjaga hubungan dengan berbagai pihak serta menyelesaikan persoalan dengan cepat.
Pengalaman tersebut kemudian berkembang menjadi kemampuan dalam mengatur kebutuhan penerbangan kelompok, termasuk pengaturan dan blok penerbangan untuk kebutuhan perjalanan jamaah. Dalam industri travel, kemampuan seperti ini tidak dapat diperoleh dalam waktu singkat. Ia terbentuk dari pengalaman menghadapi berbagai kondisi, memahami karakter perjalanan udara dan belajar menyelesaikan persoalan yang terkadang muncul di luar rencana.
Kantor Mega Wisata di Jalan Jenderal Sudirman 75 Palembang menjadi salah satu saksi perjalanan panjang tersebut. Di tempat inilah berbagai program perjalanan dibicarakan, mulai dari penerbangan, hotel, ticketing, wisata, pelayanan jamaah hingga berbagai persoalan teknis yang muncul di lapangan. Umi Salwaty dikenal bukan tipe pimpinan yang hanya menerima laporan di atas meja. Ia terbiasa berdiskusi dengan tim, bertanya mengenai persoalan yang terjadi, memberikan pandangan sekaligus mendengarkan masukan dari orang-orang yang bekerja bersamanya.
Bagi anggota tim, mengikuti ritme kerja tersebut terkadang membutuhkan energi lebih, tetapi dari situlah mereka mendapatkan pengalaman menghadapi persoalan perjalanan, belajar memberikan pelayanan kepada jamaah dan memahami bahwa dunia travel membutuhkan keputusan cepat ketika situasi tidak selalu berjalan sesuai rencana.
Di lingkungan Mega Wisata, panggilan “Umi” juga memiliki cerita tersendiri. Sapaan tersebut bukan sekadar panggilan kepada seorang pimpinan, tetapi menjadi bagian dari hubungan kekeluargaan yang telah dibangun selama bertahun-tahun. Sistem kekeluargaan tidak berarti menghilangkan disiplin dan tanggung jawab, tetapi menciptakan komunikasi yang lebih dekat antara pimpinan dan tim.
Mereka yang bekerja di Mega Wisata diharapkan tidak melihat dirinya hanya sebagai bagian dari struktur perusahaan, melainkan sebagai bagian dari sebuah perjalanan yang dibangun bersama. Dalam bisnis pelayanan, hubungan seperti ini menjadi penting karena kualitas perusahaan pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh sistem, tetapi juga oleh orang-orang yang menjalankan sistem tersebut setiap hari.
Dalam perjalanan membangun Mega Wisata, Umi Salwaty juga tidak berjalan sendiri. Ada Buya RM Henri Rivai, suaminya, yang menjalankan peran sebagai Manajer Development Mega Wisata. Keduanya memiliki peran yang saling melengkapi dalam mengembangkan perusahaan. Umi memiliki pengalaman panjang dalam dunia ticketing, travel dan pelayanan perjalanan, sementara Buya Henri memberikan perhatian besar pada pengembangan program dan jaringan usaha. Dalam berbagai kesempatan, keduanya menjadi bagian dari diskusi mengenai arah pengembangan Mega Wisata, mulai dari bagaimana menghadapi perubahan industri perjalanan, membaca peluang destinasi, mengembangkan program wisata halal hingga meningkatkan kualitas pelayanan kepada jamaah yang menjadi bagian penting dari perjalanan perusahaan.
Kekuatan Mega Wisata juga didukung oleh legalitas dan kelembagaan yang menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat. Perusahaan memiliki perizinan yang berkaitan dengan penyelenggaraan perjalanan ibadah, termasuk PPIU dan PIHK sesuai bidang layanan yang dijalankan, serta KBIHU Al-I’tishom yang hadir dalam memberikan pembinaan kepada masyarakat yang mempersiapkan perjalanan haji dan umrah. Bagi perusahaan yang bergerak dalam perjalanan ibadah, legalitas bukan sekadar kelengkapan administratif.
Di balik sebuah keberangkatan terdapat harapan jamaah, dana yang telah dipersiapkan, waktu yang dikorbankan serta kepercayaan keluarga. Karena itu, pelayanan perjalanan ibadah membutuhkan tanggung jawab yang lebih besar dibandingkan sekadar menjual sebuah paket perjalanan.
Bagi Umi Salwaty, jamaah juga bukan sekadar angka dalam daftar keberangkatan. Di balik satu paket umrah terdapat cerita manusia yang berbeda-beda. Ada anak yang ingin memberangkatkan orang tuanya, ada pasangan suami istri yang ingin beribadah bersama, ada keluarga yang telah menabung bertahun-tahun dan ada pula orang tua yang ingin memenuhi panggilan ke Tanah Suci ketika kesehatan masih memungkinkan. Karena itu, jamaah membutuhkan pelayanan yang membuat mereka merasa aman, didengar dan diperhatikan.
Ketika berada jauh dari Palembang, mereka ingin mengetahui bahwa masih ada pihak yang dapat dihubungi ketika menghadapi persoalan. Di sinilah sebuah perusahaan travel membangun reputasinya, bukan hanya melalui harga paket, tetapi melalui kepercayaan dan rasa aman yang dirasakan jamaah selama perjalanan.
Industri perjalanan saat ini memang telah berubah sangat cepat. Digitalisasi membuat masyarakat dapat membandingkan harga, memilih hotel dan membeli tiket dalam hitungan menit. Namun perkembangan teknologi tidak selalu menghilangkan kebutuhan terhadap sentuhan manusia.
Teknologi dapat membantu seseorang memperoleh tiket, tetapi ketika seorang jamaah menghadapi persoalan di perjalanan, mereka tetap membutuhkan manusia yang dapat mendengar, menjelaskan dan membantu mencari solusi. Karena itu, pengalaman, jaringan dan kemampuan pelayanan tetap menjadi kekuatan penting. Mega Wisata mencoba memadukan perkembangan teknologi dengan pendekatan manusia, sehingga kemajuan digital tidak menghilangkan hubungan kekeluargaan yang selama ini menjadi bagian dari karakter pelayanan perusahaan.
Jika melihat perjalanan panjangnya, Mega Wisata sebenarnya telah melewati berbagai fase perkembangan industri perjalanan. Dari masa ketika ticketing menjadi bisnis yang sangat bergantung pada jaringan dan kepercayaan, kemudian berkembang ke perjalanan domestik dan internasional, masuk ke wisata halal, memperkuat perjalanan umrah dan mengembangkan berbagai program umrah plus.
Perubahan tersebut memperlihatkan bahwa sebuah perusahaan dapat bertahan ketika pemimpinnya bersedia membaca zaman dan tidak takut melakukan pembaruan. Dalam perjalanan itu, Umi Salwaty menjadi salah satu sosok yang terus menjaga agar Mega Wisata tidak berhenti pada keberhasilan masa lalu, tetapi tetap mencari ruang untuk berkembang sesuai kebutuhan masyarakat.
Barangkali inilah yang membuat perjalanan Umi Salwaty bersama Mega Wisata menarik untuk dicermati. Ia bukan hanya seorang perempuan yang berada di belakang meja sebuah perusahaan travel, tetapi seseorang yang masih mau turun langsung mengikuti perkembangan program, berdiskusi dengan tim, memikirkan kebutuhan jamaah dan mencari kemungkinan baru yang dapat dikembangkan.
Baginya, keberhasilan sebuah program bukanlah alasan untuk berhenti. Satu keberangkatan selesai, muncul keberangkatan berikutnya. Satu program berhasil, muncul gagasan baru yang harus dipikirkan. Sikap seperti itu membuat perjalanan bisnis terasa seperti sebuah perjalanan panjang yang tidak pernah benar-benar memiliki garis akhir.
Pada akhirnya, kisah Umi Salwaty adalah kisah tentang perjalanan yang terus berubah mengikuti zaman. Dari ticketing menuju travel, dari perjalanan domestik menuju internasional, dari wisata biasa menuju wisata halal, dari wisata halal menuju perjalanan umrah dan umrah plus, semuanya menjadi bagian dari perjalanan panjang Mega Wisata.
Dunia akan terus berubah, teknologi akan terus berkembang dan persaingan industri travel akan semakin ketat. Namun selama keberanian untuk berinovasi tetap ada, pelayanan kepada masyarakat menjadi dasar dan hubungan kekeluargaan tetap dipertahankan, perjalanan itu akan selalu memiliki jalan untuk dilanjutkan.
Umi Salwaty mungkin telah melewati banyak fase dalam industri perjalanan, tetapi satu hal tampaknya belum berubah: perjalanannya bersama Mega Wisata belum selesai.



